Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%
KOLOM / financialwisdom

Analisa Fundamental

oleh Eko Pratomo - Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Senin, 27 Maret 2017 / 19:06 WIB

Analisa Fundamental


Jika Anda ingin berinvestasi saham di bursa, ada dua pilihan cara berinvestasi. Pertama, secara langsung, dengan menjadi nasabah perusahaan pialang efek (broker). Kedua, secara tidak langsung, dengan membeli reksadana saham, yang dikelola manajer investasi. Mengapa harus ada dua pilihan tersebut?

Investasi saham berbeda dengan investasi pada deposito yang sudah banyak dikenal masyarakat dan prosesnya cukup mudah. Investasi saham memerlukan proses analisa, yang tujuannya antara lain mengetahui apakah saham perusahaan yang akan dibeli memiliki prospek pertumbuhan usaha dan keuntungan yang baik, yang kemudian dapat membuat harga sahamnya naik. Analisa ini sering disebut analisa fundamental

Investor saham seharusnya memiliki ilmu dan kemampuan melakukan analisa fundamental. Cakupan analisa fundamental ini cukup luas, tidak saja terbatas pada analisa laporan keuangan perusahaan, yang umumnya menjadi subjek utama yang akan dibedah oleh investor. Tapi juga aspek manajemen, lingkungan kompetisi, lingkungan industri hingga makroekonomi. Saking luasnya cakupan analisa, muncul profesi analis saham, yang biasanya bekerja di divisi riset di perusahaan pialang.

Perusahaan pialang umumnya sudah memiliki analis saham sendiri. Mereka bertugas menyediakan hasil riset sebagai jasa pelayanan kepada nasabahnya, dengan maksud membantu nasabah dalam mengambil keputusan investasi. Jadi, investor tetap harus mengambil keputusan dan menanggung risiko dari keputusan investasi sendiri. Sedangkan para analis hanya membantu menyediakan informasi dan hasil analisa. Investor memiliki hak untuk mengikuti rekomendasi analis atau tidak mengikuti.

Analisa fundamental ini perlu dilakukan secara periodik, bisa satu atau 12 bulan sekali, serta sewaktu-waktu ketika diperlukan. Misalnya jika terjadi kondisi tertentu yang membuat harga suatu saham berubah signifikan.

Analisa ini juga yang akan menentukan bagaimana sikap terhadap suatu saham yang sudah dimiliki, apakah beli lagi, tahan atau jual. Terdengar rumit?

Boleh jadi, bagi sebagian besar masyarakat, investasi saham memang dianggap rumit. Karena itulah muncul produk investasi reksadana, di mana investor bisa mempercayakan pengelolaan investasinya pada manajer investasi.

Reporter: Eko Pratomo
Editor: hendrika.yunaprita

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×