kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • LQ45943,42   4,79   0.51%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Mengenal obligasi

Mengenal obligasi
Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners

Pembahasan instrumen keuangan kali ini dan beberapa tulisan ke depan akan mengupas singkat instrumen dan produk keuangan di pasar modal. Salah satu ciri perbedaan utama instrumen pasar modal dengan perbankan adalah: instrumen pasar modal bisa diperdagangkan. Ciri kedua, instrumen pasar modal umumnya instrumen investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Obligasi merupakan salah satu instrumen pasar modal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang karakteristiknya mirip dengan instrumen deposito. Sehingga, harusnya lebih mudah dipahami dan bisa menjadi 'transisi' untuk masuk ke dunia investasi pasar modal, sebelum lebih jauh memanfaatkan instrumen lainnya seperti saham.

Mirip deposito, obligasi adalah surat pengakuan utang. Artinya, penerbit obligasi menyatakan berutang ke pembeli obligasi (yang bersedia memberi pinjaman sejumlah dana tertentu). Dan, berjanji memberi imbalan (bunga yang sering disebut kupon) di jangka waktu tertentu dan mengembalikan pokok pinjaman saat utang jatuh tempo.

Beda utama obligasi dan deposito terletak pada penerbitnya, jangka waktu, dan bisa diperdagangkan. Pada deposito, pihak yang berutang adalah bank. Adapun di obligasi, pihak yang berutang ialah perusahaan atau pemerintah/negara. Itu sebabnya, obligasi bisa dibagi dalam dua kategori besar: obligasi negara dan obligasi korporasi. Jangka waktu obligasi bisa menengah hingga sangat panjang, misalnya 3 hingga 20 tahun. Bandingkan dengan deposito yang umumnya 1 sampai 12 bulan.

Karakteristik yang menarik dari obligasi adalah bisa diperdagangkan di pasar sekunder, setelah penerbitan pertama kali di pasar perdana. Arti diperdagangkan adalah, investor yang telah memiliki obligasi bisa menjualnya, tak harus menunggu jatuh tempo, jika suatu saat butuh dana. Siapa pembelinya? Ada investor lain yang membutuhkan investasi di obligasi yang bersedia membayar dengan harga tertentu dan menjadi pemilik baru dari obligasi yang dijual.

Masih ada pertanyaan mendasar yang belum terjawab. Apa kelebihan investasi obligasi atas deposito? Kupon yang ditawarkan obligasi umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito saat penerbitan di pasar perdana. Ini sejalan dengan potensi risiko yang perlu dikompensasi oleh penerbit obligasi.