kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • LQ45904,78   -7,59   -0.83%
  • EMAS590.870 -0,68%

Bukan hamster

Bukan hamster
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Belakangan ini, saya sering sekali menemukan teman-teman profesional (khususnya para eksekutif) yang mengeluh tentang kesibukan mereka.

Tampaknya mereka memang tak sedang bercanda, karena saya pernah melongok kalender pribadi salah-satu di antaranya. Memang luar biasa padatnya!

Saya sendiri pernah menjadi “korban” kesibukan mereka, karena harus mengalami beberapa kali perubahan jadwal appointment.

Padahal, permintaan pertemuan itu sudah diajukan jauh-jauh hari, dengan harapan supaya bisa diatur tepat waktu. Lagi pula, waktu pertemuan itu hanya diagendakan 1 jam. Luar biasa, bukan?

Walaupun terlihat “mengeluh”, saya menduga bahwa ada kebanggaan terselubung dalam diri mereka perihal kesibukan ini.

Salah satu teman yang sibuk itu pernah berujar, “Being busy is cool, man!” Menjadi sibuk adalah sesuatu yang keren, yang menjadi pertanda eksistensi mereka sebagai pekerja profesional.

Menjadi sibuk adalah pertanda bahwa organisasi membutuhkan, bahkan sangat tergantung kepada mereka. Menjadi sibuk adalah pertanda bahwa kontribusi mereka begitu nyata dan memengaruhi hidup-matinya perusahaan.

Menjadi sibuk sekaligus juga pertanda bahwa waktu, tenaga, dan kompetensi mereka begitu bernilai, dan oleh karenanya musti dihargai (oleh orang lain) secara maksimal.

Singkat cerita, kesibukan seolah berbanding lurus dengan kualifikasi dan harga. Semakin sibuk seseorang, semakin qualified mereka sebagai seorang profesional, dan oleh karena itu semakin mahal pula gaji yang harus dibayarkan kepadanya.

Pengalaman sebaliknya justru terjadi tatkala saya meminta jadwal pertemuan dengan seorang pimpinan perusahaan besar.

Lewat konfirmasi ringkas dengan sekretarisnya, saya sudah bisa bertemu dengan sang CEO dalam hitungan hari. Tepat waktu, tanpa ada sekalipun revisi jadwal!

Di tengah pertemuan, saya menyelipkan satu pertanyaan ringan, “Walaupun Bapak seorang CEO perusahaan besar, tampaknya tidak terlalu repot mengurus kesibukan sehari-hari?”

Di luar dugaan, beliau menjawab secara analogis, “Saya seorang profesional, bukan hamster?” Nah loh.., apa pula maksudnya? Apa pula urusannya dengan “tikus mungil” nan lucu tersebut?