kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • LQ45943,42   4,79   0.51%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Perjalanan bisnis Mark & Spencer

Perjalanan bisnis Mark & Spencer
Kolumnis internasional serial entrepreneur dan pengajar, bisnis, berbasis di California

Bagi yang sering ke mal pasti mengenal Mark & Spencer (M&S) dengan kantong belanja khas simplistik warna hijau. Namun tahukah Anda bahwa Mark & Spencer bukan sekadar department store kelas menengah belaka? Produk-produk fashion, bedding, lotion, food and beverage dan pembersih domestik seperti detergen mungkin sudah lama Anda kenal.

Yang ajaib, kini produk-produk terbaru mereka telah merambah ke bisnis perbankan, teknologi, dan energi. Jadi ada M&S Bank, M&S Energy, dan M&S TV and Online Services.

M&S Bank melayani konsumen dengan akun rekening tabungan, checking, kartu kredit, personal loans, asuransi, serta travel insurance dan travel savings. Jadi produk-produk perbankan mereka termasuk tipikal. Home mortgage alias kredit pemilikan rumah (KPR) mulai ditawarkan tahun 2018.

Bekerjasama dengan Scottish & Southern Energy, M&S Energy melayani konsumen dengan berbagai kebutuhan energi: gas, listrik, dan energi hijau. Seluruhnya alias 100% energi listrik yang mereka tawarkan bersumber dari pembangkit listrik tenaga air alias PLTA (hydro power). Terhitung pada tahun 2020 mendatang, 100% energi mereka akan berasal dari renewable sources.

Uniknya, M&S juga berpartner dengan BP di pompa-pompa bensin. Sehingga para pengisi bensin dapat sambil berbelanja makanan dan minuman. Mirip Seven Eleven dan Circle K di mancanegara.

Sementara, M&S TV adalah stasiun televisi shopping di Inggris Raya, seperti GVC di Amerika Serikat. Isinya acara-acara televisi yang menjual berbagai produk mereka. M&S TV juga mempunyai channel di YouTube.

Selain itu, terhitung pada tahun 2010, Mark & Spencer juga telah meluncurkan 36 gerai yang menjual produk-produk teknologi, termasuk instalasi televisi dan berbagai bantuan teknikal. Ini mirip dengan Best Buys di AS.

Dalam dunia food and beverage, Mark & Spencer juga sangat diperhitungkan. Oakham menyuplai telur dan ayam free-range organik eksklusif untuk Mark & Spencer.

Sedangkan minuman anggur mereka memenangkan dua penghargaan bergengsi di tahun 2006 dan 2007 The Decanter World Wine Awards dan The International Wine Challenge untuk produk 2005 Secano Pinot Noir dari Leyda Valley, Cile.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perjalanan bisnis M&S. Pertama, sourcing produk global: Produk-produk M&S di-sourcing dari 70 negara. Jadi, tidak ada istilah sedang tidak musim. Mengingat iklim belahan bumi utara dan selatan terbalik dan saling melengkapi. Harga dan kualitas juga dapat dikuasai mengingat volume yang dibutuhkan.

Kedua, diversifikasi produk: Jutaan produk Mark & Spencer terbentang dari fashion, food and beverage, bath and body, cleaning products, elektronik, perbankan, stasiun TV, hingga energi hijau. Hampir semua yang diperlukan konsumen, sejak lahir hingga masa dewasa, bisa ditemukan di bawah payung Mark & Spencer.

Ketiga, pemasaran inovatif: Strategi pemasaran yang diadopsi Mark & Spencer mengikuti perubahan perilaku konsumen di era digital. Pemasaran dilakukan online dan offline, baik secara digital maupun analog. Dengan menguasai satu stasiun TV khusus untuk TV shopping menunjukkan masifnya strategi pemasaran Mark & Spencer.

Keempat, strategi akar rumput: Kerjasama Mark & Spencer dengan pompa-pompa bensin BP merupakan salah satu bentuk strategi akar rumput yang genial. Bentuk convenience store memang sangat praktis bagi para konsumen yang mempunyai waktu terbatas.

Kelima, energi hijau: Bukti integritas dan tanggung jawab sosial Mark & Spencer tidak diragukan lagi. Dengan penggunaan hydro power M&S Energy, mereka memasarkan rasa tenang bagi para konsumen bahwa masa depan planet bumi akan tetap baik.

Keenam, praktik bisnis berintegritas: Integritas sangat penting artinya bagi manajemen Mark & Spencer. Kultur bisnis Inggris yang mengutamakan sopan santun dapat terbaca dari kultur bisnis Mark & Spencer yang mengutamakan standar kebersihan dan kerapihan ala British style dalam makna literal dan figuratif.

Di situs Mark & Spencer, legalese mengenai anti modern slavery (anti perbudakan modern) dan sustainable farming (pertanian berkesinambungan), misalnya, tertulis dengan sangat jelas dan sangat pantas ditiru. Standar British yang tinggi dalam berbisnis sangat mengutamakan disclosure yang dapat dipertanggung jawabkan.

Akhir kata, mulailah bisnis apa saja sesuai dengan skill dan talenta Anda. Pasanglah standar kualitas tinggi, bukan hanya dari segi produk, namun juga dari segi sourcing produk.

Jangan membatasi diri dalam ekspansi. Partnership dengan berbagai entitas berstandar tinggi memungkinkan diversifikasi produk dengan kualitas tinggi dengan hasil mencengangkan.