kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.862
  • LQ45912,28   -1,69   -0.18%
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS610.040 0,50%

Siapakah profesional?

Siapakah profesional?
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Para kolega yang sehari-hari bekerja di lingkungan bisnis, khususnya di kota besar, pasti sering mendengar kata “profesional”.

Bahkan, dengan mudah seseorang bisa mengidentifikasi dirinya sebagai seorang “profesional”, tentunya dengan pemahaman menurut versi masing-masing.

Para pegawai yang bekerja di perkantoran kota besar, apalagi yang sudah menduduki jenjang jabatan staf senior dan manajerial, akan lebih fasih menyebut dirinya sebagai seorang “profesional”; dalam bahasa Inggris acap juga disetarakan dengan white-collars worker.

Sementara para pegawai yang bergelut di pabrik ataupun lapangan di kota kecil, apalagi yang menangani jenis pekerjaan administratif dan klerikal, cenderung menamai dirinya sebagai seorang “pekerja” biasa alias blue-collars worker.

Begitu “cairnya” pengertian kata “profesional”, selama ini juga tak ada yang merasa perlu “menyalahkan” ataupun “membenarkan” pengakuan sepihak tersebut.

Di awal tahun ini, saya terkesima dengan pertanyaan dari seorang pekerja muda dalam suatu forum diskusi manajemen.

Pertanyaannya sederhana, “Sebenarnya, siapa sih yang pantas disebut sebagai profesional. Apa kriterianya?”

Kamus bisnis businessdictionary.com mendefinisikan profesional sebagai seseorang yang secara formal sudah disertifikasi oleh institusi/dewan profesional (yang terafiliasi dengan profesi) tertentu, karena dinilai telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan ataupun praktik yang disyaratkan.

Kompetensi yang diraih (lewat proses sertifikasi tersebut) juga biasanya dapat diuji dengan mengacu kepada seperangkat standar pengukuran yang telah ditetapkan.

Secara etimologis, kata professional berasal dari kata profes, yang berarti having professed one’s vow atawa “telah menyatakan kaul/sumpah”.

Dengan demikian, saat seseorang menjadi ahli di bidangnya, ia akan mulai “menyatakan” (mengungkapkan) keahliannya tersebut kepada orang lain, sekaligus juga berkaul untuk menunjukkan kinerjanya ke tingkat yang paling tinggi.