kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • LQ45950,70   -25,79   -2.64%
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Stay hungry, stay foolish

Stay hungry, stay foolish
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Dalam tulisannya berjudul Managing Yourself, Learning to Learn (Harvard Business Review, March 2016), pemikir bisnis Erika Andersen mengatakan bahwa saat seseorang berada pada posisi puncak organisasi bisnis, learning capability (kemampuan pembelajaran) yang lebih cepat dari para pesaing adalah salah satu keunggulan yang paling dapat diandalkan (sustainable advantage).

Walaupun kemampuan pembelajaran begitu penting, tak banyak profesional yang fasih dan terampil melakukannya. Ada beberapa atribut yang harus dimiliki oleh seseorang agar menjadi pembelajar yang sukses, dan salah satu yang terpenting sekaligus tersulit untuk dikembangkan adalah vulnerability, yakni kesediaan untuk terlihat rentan, naif, bahkan tak cakap.

Kesediaan untuk terlihat vulnerable merupakan salah satu tantangan mental terbesar bagi para profesional mapan, yang membuatnya sulit untuk belajar secara efektif.

Ada cerita, Bruce Lee, artis silat Holywood paling populer sepanjang sejarah yang juga merupakan penemu aliran bela diri Jet Kun Do, pernah kedatangan seorang peminat bela diri dari aliran lain.

Dengan serius, ia meminta Sang Maestro mengajarinya segala ilmu bela diri yang dikuasainya. Bruce Lee pun sesaat berdiam diri, dan segera membawa dua cangkir berisi air.

Katanya, “Cangkir pertama mewakili semua yang saya ketahui tentang bela diri, sementara cangkir kedua mewakili semua yang Anda ketahui tentang bela diri!”.

Agar si peminat bela diri tersebut bisa mendapatkan ilmu Bruce Lee, sang maestro memberikan syarat yang berat baginya, yakni harus terlebih dahulu mengosongkan cangkirnya.

Artinya, ia harus rela mengosongkan dan menanggalkan segala ilmu bela diri yang pernah dipelajari sebelumnya. Ia juga mesti menempatkan dirinya sebagai orang yang naif dan tak mengerti apapun tentang ilmu bela diri.

Bruce Lee memberlakukan syarat tersebut, dengan maksud agar nanti, ia sendiri dapat mengisi kembali orang tersebut dengan ilmu bela diri versinya.

Dalam psikologi pembelajaran, pikiran anak kecil dapat diibaratkan selembar kertas kosong, yang siap untuk menerima coretan apapun dari sang pelukis.

Sementara, pikiran orang dewasa laksana secarik kertas yang telah bergambar, dan dengan demikian harus dihapus terlebih dahulu, jika sang pelukis ingin menorehkan gambar baru.

Dengan demikian, ada perbedaan tahapan yang harus dilalui anak kecil dan dewasa dalam proses pembelajaran. Anak kecil cukup melalui satu tahapan saja untuk belajar hal yang baru, yakni tahapan learn (belajar).

Sementara, untuk melakukan proses yang sama, orang dewasa harus melewati dua tahapan, yakni un-learn (menanggalkan pembelajaran terdahulu) dan re-learn (melakukan pembelajaran ulang).

Itu sebabnya, penyerapan bahan pembelajaran pada seorang anak kecil lebih cepat terjadi, jika dibandingkan dengan orang dewasa.


Close [X]