kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
KOLOM /

Akhirnya, Indonesia kembali inflasi

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Senin, 02 November 2020 / 17:54 WIB
Akhirnya, Indonesia kembali inflasi
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 


Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia mulai pulih. Ini terlihat dari perbaikan angka purchasing manager’s index (PMI) serta inflasi.

Rilis data PMI dan inflasi Indonesia menunjukkan pemulihan, setelah sebelumnya permintaan berjalan lambat. Ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi Indonesia di kuartal IV.

Markit Economics merilis PMI Indonesia sektor periode Oktober 2020 berada di level 47,8. Angka ini naik dari periode September yang sebesar 47,2. Walaupun naik, output dan permintaan barang baru masih tertekan.

Angka PMI memang masih di bawah 50. Tapi pelonggaran pembatasan sosial beskala besar (PSBB) pada pertengahan Oktober sedikit mendorong sektor manufaktur.

Volume produksi mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut. Begitu juga dengan pesanan baru  yang masih turun, walaupun tidak separah bulan-bulan sebelumnya.

Sementara itu, permintaan dari luar negeri terus melemah. Para responden menekankan bahwa dampak dari pandemi terus memperburuk kondisi permintaan secara keseluruhan.

Berdasarkan laporan IHS Markit, perusahaan terus mengurangi jumlah karyawan dalam menghadapi penurunan permintaan. Pengurangan karyawan juga dilakukan untuk mengendalikan biaya agar perusahaan tetap dapat bertahan.

Sementara harga input terus naik pada Oktober. Namun perusahaan mengurangi harga jual mereka untuk menyesuaikan permintaan yang rendah.

Dari sisi distribusi, perusahaan mengalami hambatan untuk pengiriman pasokan barang input. Distribusi input terdampak oleh Covid-19, cuaca buruk dan demo buruh.

Di sisi lain, Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 0,07% mom di Oktober. Ini merupakan inflasi pertama setelah pada tiga bulan berturut-turut (Juli-September) Indonesia mengalami deflasi.

Inflasi mencapai 0,95% di periode Januari-September 2020. Sementara secara year on year, inflasi mencapai 1,44% YoY.

Inflasi dipicu oleh komponen bergejolak yang memiliki andil 0,07%. Menurut kelompoknya, inflasi didorong oleh kenaikan harga dari  kelompok makanan, minuman dan tembakau, sebesar 0,29%,

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencetak kenaikan harga 0,19%. Sedang kelompok kesehatan mencetak kenaikan harga 0,15%.

Inflasi inti periode Oktober 2020 sebesar 0,04% secara bulanan dan 1,74 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut turun dibanding angka di September yang sebesar 0,13% secara bulanan dan 1,86% bila dibandingkan September tahun sebelumnya.

Penurunan inflasi inti pada Oktober lalu menunjukkan bahwa pemulihan permintaan masih berjalan lambat.

Sumber: BPS




TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×