kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45674,46   -3,84   -0.57%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BEP bagi scalper saat market sulit

oleh Satrio Utomo - Praktisi Pasar Modal


Senin, 23 Maret 2020 / 08:20 WIB
BEP bagi scalper saat market sulit

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak selamanya harga saham dan IHSG bergerak tegak lurus ke atas. Market kadang bearish dan harga kadang bergerak dalam kisaran sempit, hingga sulit mengambil kesempatan.

Meski demikian, bagi orang yang melakukan trading for a living, harus bisa 'cari makan' dalam kondisi seperti apapun. Salah satu yang bisa dilakukan adalah Scalping Trading. Apakah Scalping Trading itu?

Scalping Trading adalah strategi trading di mana seorang trader melakukan posisi trading yang berulang-ulang pada suatu saham, dengan tujuan memperoleh keuntungan secukupnya saja. Yang penting bisa membayar komisi. Pelakunya disebut scalpers.

Bagi seorang scalpers, keuntungan Rp 1 atau bahkan dalam sen saja sudah cukup. Toh, transaksi dilakukan berulang-ulang dengan frekuensi tinggi. Dari situ, trader berharap adanya untung.

Harga saham di Bursa Efek Indonesia bergerak berdasarkan fraksi harga. Perubahannya dinyatakan dalam satu 'tick' perubahan harga. Tick naik adalah perubahan harga setiap kali naik, begitu pula sebaliknya. Besaran tick naik dan turun sama.

Di BEI, setiap rentang pergerakan harga memiliki fraksi harga yang berbeda. Misal, fraksi untuk saham yang harganya dalam kisaran Rp 500-Rp 2.000 adalah 5. Jadi setiap tick perubahan harga sebesar Rp 5.

Jika suatu saham memiliki harga Rp 570, maka ketika dia bergerak naik sebesar satu tick, harga saham itu menjadi Rp 575. Kalau turun 1 tick, berarti harga turun menjadi Rp 565.

Karena tujuan dari beli jual saham adalah 'untung', harus ada 'lebihan' dari komisi. Seorang scalpers harus berhitung titik Break Even Point (BEP) secara cermat. Dia harus tahu, kalau saya beli saham harga sekian, maka saya harus jual harga sekian supaya tidak rugi.




TERBARU

Close [X]
×