kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Berhitung sebelum membuat keputusan keuangan


Senin, 10 Juni 2019 / 11:33 WIB
Berhitung sebelum membuat keputusan keuangan

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Ada cukup banyak orang tetap kesulitan kas meski penghasilannya meningkat. Bahkan, kenaikan penghasilan justru semakin membuat orang tersebut tidak dapat menyimpan uang.

Mengelola kas seperti menurunkan berat badan, yang begitu sulit dilakukan bagi banyak orang. Ini terjadi karena mereka mengalami bias self-control (pengendalian diri).

Banyak orang yang tidak bisa memilih keputusan yang lebih baik karena tidak mampu menghitung. Ada juga orang-orang yang menganggap memiliki sesuatu selalu lebih baik daripada tidak memiliki. Akibatnya, orang tersebut akhirnya memaksa diri untuk mempunyai sesuatu tersebut. Berikut adalah contohnya.

Misalkan Anda baru saja dipromosikan menjadi manajer di tempat kerja Anda. Dengan menduduki posisi manajer ini, Anda mendapatkan fasilitas mobil baru yang harganya mencapai Rp 350 juta.

Anda juga dapat memilih, apakah hanya sebatas menjadi pemakai mobil atau sebagai pemilik setelah menggunakan mobil tersebut selama lima tahun. Apa pun pilihan Anda, mobil untuk transportasi Anda ini akan diganti dengan yang baru setelah lima tahun.

Jika Anda memilih alternatif pertama, yakni hanya menjadi pemakai, semua biaya kendaraan akan menjadi tanggungan kantor. Jika Anda memilih alternatif kedua, yaitu skema pemilikan, semua biaya yang ditimbulkan mobil tersebut, kecuali bahan bahan bakar, juga menjadi beban perusahaan.

Lalu, setelah lima tahun, mobil tersebut akan menjadi milik Anda. Dalam proses pergantian kepemilikan tersebut, Anda hanya cukup membayar bea balik nama (BBN). Alternatif mana yang akan Anda pilih?


Tag


TERBARU
Terpopuler

×