kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Debirokratisasi


Senin, 14 Januari 2019 / 14:29 WIB

Debirokratisasi

KONTAN.CO.ID -  Seorang pemilik usaha start-up yang terus bertumbuh pernah membagikan kiat keberhasilannya kepada saya. Katanya, salah satu kunci keberhasilan perusahaan start-up terletak pada “kesederhanaannya”.

Organisasi baru umumnya sederhana dalam proses pengambilan keputusan, struktur organisasi, serta sistem dan prosedur kerja.

Tidak ada kerumitan berbelit-belit yang membuat pengambilan keputusan menjadi lamban. Struktur organisasi cenderung ramping, sehingga memudahkan komunikasi antar anggota di dalamnya.

Sistem dan prosedur kerja start-up juga ringkas, hanya terfokus kepada proses-proses inti yang sungguh-sungguh mendatangkan added-value.

Seiring dengan berjalannya waktu, organisasi pun mengalami pertumbuhan dan pembesaran. Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa organisasi besar dan mapan acap kehilangan kesederhanaannya.

Perusahaan seperti ini lazim mengidap sindrom kompleksitas. Semuanya menjadi rumit, berbelit-belit dan penuh komplikasi.

Singkat cerita, organisasi besar potensial melahirkan sarang birokrasi. Kalau sudah demikian, apa yang akan terjadi? Konsumen harus terlempar ke sana-sini untuk sekadar mengeluh dan memberi masukan.

Karyawan menjadi frustrasi karena pintu komunikasi tertutup oleh labirin struktur yang bertakik-takik. Bahkan, pemilik perusahaan pun bisa menjadi gusar karena mahalnya biaya usaha akibat pembengkakan organisasi.

Tentang birokrasi, pakar manajemen dari London Business School, Gary Hamel dan rekannya, Michele Zanini, menuangkan kerisauan dan pemikirannya yang provokatif dalam artikel bertajuk The End of Bureaucracy (HBR, November-December 2018).

Mengangkat contoh kasus perusahaan peralatan rumah tangga Haier, mereka menegaskan pentingnya praktik manajemen yang baru, yang tidak birokratis, dan lentur mengarungi era digital.

Sesungguhnya, kerisauan akan praktik birokrasi sudah berlangsung begitu lama. Beberapa pengamat dan penggiat perusahaan sudah merasakan kemudaratan birokrasi.

CEO Wallmart, Doug McMillon menyebut birokrasi sebagai penjahat; Charlie Munger dari Berkshire Hathaway menyebutnya serupa kanker; dan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, juga mengamini birokrasi sebagai penyakit.

Sekalipun memiliki banyak musuh, mengapa praktik birokrasi tetap bertahan, bahkan hingga saat ini?


Reporter: Tabloid Kontan
Editor: Mesti Sinaga


Close [X]
×