kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%
KOLOM /

ERAA, saham yang bertahan saat pandemi corona

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Sabtu, 18 April 2020 / 07:00 WIB
ERAA, saham yang bertahan saat pandemi corona

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, ancaman pandemi corona membuat gambaran sektor ritel menjadi suram. Toh PT Erajaya Swasembada Tbk tidak kehabisan akal untuk terus menggenjot penjualannya. 

Di 2019 lalu laba bersih ERAA mencapai Rp 295,07 miliar, turun 65,29% dari periode 2018 yakni sebesar Rp 850,09 miliar. 

Penurunan laba bersih seiring dengan pendapatan perusahaan yang juga terkoreksi, turun 5,18% menjadi Rp 32,94 triliun, dari sebelumnya Rp 34,74 triliun. 

Hal tersebut diakibatkan oleh penjualan yang lebih rendah dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Penjualan terbesar berasal dari penjualan ponsel dan tablet, namun pos ini berkurang menjadi Rp 25,64 triliun, dari sebelumnya mencapai Rp 28,85 triliun. Sisanya dari penjualan produk operator, komputer dan peralatan elektronik dan aksesoris.

Beban pokok penjualan mampu ditekan menjadi Rp 30,10 triliun dari sebelumnya Rp 31,57 triliun. Namun beban lain masih naik. 

Misalnya beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 972,93 miliar, dari sebelumnya Rp 771,64 miliar. Beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp 1,36 triliun, dari Rp 1,08 triliun.

Pemerintah berencana melaksanakan peraturan IMEI mulai April 2020. Rencana ini dapat meningkatkan permintaan smartphone resmi, di mana ERAA akan sangat diuntungkan. 

Namun, kami melihat kebijakan tersebut tidak akan memberikan peningkatan laba yang signifikan pada perusahaan ini. Smartphone adalah barang sekunder, fokus masyarakat saat ini adalah kesehatan dan kebutuhan pokok.

Pada laporan keuangan kuartalan tahun ini, kami memperkirakan laba emiten ERAA masih akan terkontraksi akibat biaya yang lebih tinggi dan profitabilitas lebih rendah. 

Saat ini ERAA diperdagangkan dengan PER 13,45 kali, PBV 0,79 kali dan EPS Rp 92,21.

Jemput bola konsumen

Pandemi corona telah menyebabkan mobilitas masyarakat sangat terbatas. ERAA pun meluncurkan inovasi baru, Mobile Selling dan EraXpress, sebuah layanan home delivery service langsung dari toko terdekat sehingga konsumen bisa menerima produk pesanannya dengan cepat. 

Erajaya Retail juga mengeluarkan e-Catalog yang berisi informasi mengenai produk, harga dan promo yang berlaku. E-Catalog menampilkan berbagai produk smartphone dari berbagai brand, electrical dan wearable accessories, produk lifestyle technology, produk Home Appliances dan Gaming, produk SIM Card dan isi ulang, serta produk untuk perbaikan dan penggantian TecProtec.

Pada 26 Maret lalu, manajemen ERAA juga mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan pada periode 20 Maret hingga 19 Juni 2020. Perseroan siap buyback sebanyak-banyaknya Rp 319 miliar.

Pada perdagangan Jumat (17/4), saham ERAA ditutup menguat 5,02% jadi Rp 1.255. Ada peluang dari saham ERAA, tercermin dari lonjakan volume sejak minggu lalu. 

Kami mereferensikan pembelian saham ERAA sebanyak 5% dari total modal swing trading dengan rentang harga 1.200-1.240. Batasi risiko jika turun dari harga 1.080. 

Ingin tahu dimana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya hanya di aplikasi EMTrade!

Salam profit.



TERBARU

[X]
×