kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Intelegensi pengelolaan krisis

oleh Ekuslie Goestiandi - Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Senin, 17 Desember 2018 / 19:23 WIB

Intelegensi pengelolaan krisis
ILUSTRASI. Pengamat & Kolomnis Ekuslie

KONTAN.CO.ID -  Baru saja, bulan Agustus 2018, kota Lombok mengalami gempa berskala besar yang menelan ratusan korban jiwa.

Hanya sebulan berselang, Palu dan Donggala mengalami hal serupa, bahkan disertai tsunami dan likuifaksi. Korban jiwa yang ditimbulkan pun jauh lebih besar, yang hingga saat ini masih dalam proses perhitungan.

Gempa ataupun musibah alam lainnya (semisal gunung meletus, luapan banjir, dan sebagainya) yang dulu dirasakan jauh dari kita, saat ini tak dapat lagi dianggap fenomena di “seberang sana”.

Kenyataan bahwa negara Indonesia dikitari oleh ring of fire yang rawan dengan ancaman letusan gunung dan gempa bumi, membuat kita harus bersiap menghadapi potensi krisis.

Kita harus menerima fakta bahwa krisis bukan lagi sebuah perkara jika (if), melainkan kapan (when).

Tak jarang urusan krisis seperti ini tak terkelola dengan baik. Bahkan, saat memberikan pembekalan kepada para birokrat peserta Pelatihan

Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I pada tanggal 8 Oktober 2018, Wapres Jusuf Kalla secara khusus menyoroti manajemen krisis para kepala daerah dan pejabat birokrasi setempat.

Kesimpulan beliau, setiap terjadi bencana dan masyarakat sangat memerlukan, pemerintah seringkali tidak muncul. Justru pihak tentara yang lebih aktif mengambil peran pengelolaan krisis, yang semestinya dipikul oleh pemerintah daerah (Kompas, 9 Oktober 2018).

Beberapa perusahaan menyikapi potensi krisis ini dengan mempersiapkan contingency-plan dalam perencanaan bisnisnya. Bahkan, beberapa perusahaan juga telah menginstitusionalisasikan agenda business continuity plan (BCP). 

BCP ini bertanggung-jawab untuk memikirkan keberlangsungan operasi perusahaan bila mereka betul-betul menghadapi krisis.

Dan, ada pula yang melengkapinya dengan inisiatif risk-management (RM), yang mengantisipasi dan mengelola potensi resiko krisis dari setiap langkah operasional perusahaan.


Reporter: Tabloid Kontan
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1982 || diagnostic_web = 0.5601

Close [X]
×