kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%
KOLOM /

Investasi saham syariah, kenapa tidak?

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Senin, 11 Mei 2020 / 15:28 WIB
Investasi saham syariah, kenapa tidak?
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham syariah berkembang sejalan dengan daya pikat halal lifestyle atau gaya hidup syariah, yang akhir-akhir ini telah menjadi tren global. Tak terkecuali juga di ranah pasar modal. 

Tentu saja hal ini memunculkan alternatif pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, masyarakat Indonesia mayoritas adalah muslim. 

Bagaimana kriteria saham syariah? Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikategorikan sebagai saham syariah harus mempunyai kriteria sebagai berikut:

Kegiatan Usaha Rasio Utang Rasio Pendapatan
Perusahaan tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan prinsip syariah. Utang berbasis bunga dibanding total aset tidak lebih dari 45%. Total pendapatan non halal dibanding total pendapatan tidak lebih dari 10%.

Adapun kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah yaitu perjudian (maisir), riba dan jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar). Selain itu, perusahaan dilarang memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan barang atau jasa haram, serta merusak moral. 

Daftar efek syariah

Daftar Efek Syariah (DES) merupakan kumpulan efek yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dan telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan. Saham-saham syariah tersebut terangkum dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Tercatat hingga saat ini terdapat 446 saham syariah di BEI.

Selain itu, juga terdapat Jakarta Islamic Indeks (JII) yang berisi 70 saham syariah yang paling likuid. Perbedaan dengan JII 30 adalah jumlah saham yang lebih likuid dipersempit menjadi 30 pilihan saja. 

Bagi Anda pemilik rekening saham syariah tidak perlu risau, karena pilihan saham syariah baik untuk trading maupun investasi cukup beragam. Untuk trading, saham BRPT cukup menarik.

Trader bisa masuk di rentang harga 1.215-.1225 sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari 1.150 untuk pembatasan risiko, dengan perkiraan profit taking 1.370-1.400.

Untuk investasi jangka panjang pun cukup banyak saham syariah yang menarik, terutama dari sektor consumer goods. Misalnya saham UNVR, ICBP, INDF, KLBF, SIDO, MYOR, HOKI, CLEO, CPIN, ULTJ, ROTI, BISI, ADES dan KINO. Selain itu, saham TLKM, ACES dan ERAA juga cukup menarik. 

Ingin tahu di mana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya di aplikasi EMTrade!

Salam profit.

Disclaimer:

 
Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi / bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli / jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.



TERBARU

[X]
×