kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.043
  • EMAS656.000 -0,23%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%
KOLOM /

Jangan ragu berbagi

oleh Ekuslie Goestiandi - Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Senin, 15 April 2019 / 15:47 WIB

Jangan ragu berbagi
ILUSTRASI. Ekuslie Goestiandi

KONTAN.CO.ID -  Saya pernah menghadiri acara sharing yang diberikan oleh salah satu orang kaya di Indonesia. Orang kaya tersebut berbicara tentang kiprah bisnis, juga perjalanan keluarganya.

Saat tiba sesi tanya-jawab, ada peserta yang bertanya tentang sikap dan cara sang orang kaya tersebut menyiapkan masa depan anak-anaknya.

Jawabannya sungguh di luar dugaan: sama sekali tak ada urusannya dengan perkara bisnis maupun organisasi. Katanya, “Anak-anak saya sudah terlahir menjadi orang kaya, jadi tugas utama saya adalah menyiapkan mereka menjadi orang baik!”.

Jawabannya begitu lugas, tanpa terkesan sekadar basa-basi. Lebih lanjut, ia pun bertutur, “Kalau seseorang menjadi orang hebat, kehebatannya hanya bisa dinikmati oleh dirinya sendiri. Sama halnya pula, kalau seseorang menjadi orang pintar, kepintarannya pun hanya dapat dibanggakan oleh dirinya sendiri. Namun, ketika seseorang menjadi orang baik, maka kebaikannya dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya”.

Kehebatan dan kepintaran hanya mendatangkan kemaslahatan bagi diri sendiri, sementara kebaikan akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Mendengar sharing di atas, saya teringat satu peristiwa sederhana beberapa tahun lalu. Saya pernah mendapat kesempatan berdiskusi dengan seorang sahabat dekat William Soeryadjaja, pendiri konglomerasi Astra International. 

Lagi-lagi, yang menarik perhatian saya dalam diskusi tersebut bukanlah tentang kepiawaian William dalam berbisnis dan membangun perusahaan sekelas Astra. Justru, perilaku keseharian beliau yang mendatangkan pencerahan kehidupan yang luar biasa.

Di antara begitu banyak karakter dan perangai William, salah satu yang paling menonjol adalah sifatnya yang baik dan murah hati.

Di manapun berada, beliau sangat antusias untuk berbagi, entah itu membagikan uang, makanan ataupun oleh-oleh lainnya. Singkatnya, beliau ingin membagikan kegembiraan kepada sebanyak mungkin orang yang dijumpainya.

Tak heran, Teddy Rachmat, keponakan beliau yang juga pemilik Triputra Group, pernah berujar, “Om William adalah sosok yang karismatis, yang kehadirannya mendatangkan aura positif dan kesukacitaan bagi orang-orang di sekitarnya”.

Karena kebaikan dan kemurahan hatinya, banyak pihak berbondong-bondong mengajukan proposal permohonan bantuan kepada William.

Ada proposal yang memang benar-benar faktual, namun tak jarang pula terselip proposal bodong, yakni proposal tipuan yang ingin memanfaatkan kebaikan William.  


Reporter: Tabloid Kontan
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Terpopuler
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0860 || diagnostic_web = 0.4463

Close [X]
×