kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jangan salahkan statistik


Senin, 22 April 2019 / 10:05 WIB
Jangan salahkan statistik

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Apa bedanya statistika dengan matematika? Apa contoh aplikasi statistika dalam kehidupan? Saya akan mulai dengan matematika. Matematika, yang berasal dari kata Yunani mathema, adalah ilmu tentang angka, jumlah, ruang dan pola.

Bersama bahasa, matematika adalah ilmu dasar yang wajib dipelajari mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Logika bahasa dan logika kuantitatif dipercaya akan menentukan keberhasilan seseorang dalam dunia akademik.

Matematika identik dengan tes masuk untuk berbagai institusi pendidikan. Saat anak saya ingin pindah dan masuk kelas 4 sebuah sekolah internasional, dari sebuah sekolah swasta biasa, dia mesti melalui tes matematika dan bahasa Inggris. Ketika akhirnya dia diterima dan duduk di kelas 4 sampai kelas 6, syarat naik kelasnya adalah lulus dalam dua pelajaran itu.

Hingga kelas 12, hanya pelajaran matematika dan bahasa Inggris yang wajib. Sementara 4 hingga 6 mata pelajaran lainnya pilihan. Mau kuliah S1 atau melanjutkan ke S2 dan S3, tes matematika (TPA) dan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) juga selalu ada.

Intinya, untuk berhasil dalam dunia akademik, siapa pun perlu menguasai matematika. Tapi, dengan berkembangnya konsep multiple intelligence, para ahli kini sepakat matematika dan bahasa hanya dua dari sembilan intelegensi. Masih ada tujuh intelegensi lain.

Sementara statistika adalah ilmu tentang mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data. Datanya sering dinamai statistik. Awalnya ilmu ini dipandang sebagai bagian dari matematika, sejajar dengan aritmetika atau berhitung yang dipelajari sejak SD kelas 1.

Ada dua sisi ilmu statistika. Satu, statistika deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan populasi dengan istilah-istilah seperti mean (aritmetik, geometrik, dan harmonik), median, modus, standar deviasi, varians, range, kemencengan dan kelancipan data.

Dua, statistika inferensi, yang berhubungan dengan pengujian hipotesis dan pendugaan. Mempertimbangkan ini, statistika terlalu besar dan tak pas lagi disebut cabang dari matematika. Apalagi memang ada perbedaan mendasar antara statistika dan matematika.


Tag

TERBARU

×