kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Laporan keuangan di tangan manajemen


Senin, 02 September 2019 / 08:26 WIB

Laporan keuangan di tangan manajemen
ILUSTRASI. ANALISIS - Budi Frensidy, Pengamat Pasar Keuangan UI

Laporan keuangan terdiri atas tiga bagian, yaitu neraca atau statement of financial position, laporan laba-rugi (statement of comprehensive income) dan laporan arus kas. Neraca adalah posisi keuangan yang menggambarkan kondisi harta, utang dan modal pada tanggal tertentu. Harta yang ada di perusahaan disajikan di sisi kiri, sementara dari mana aset itu berasal dapat dilihat di sisi kanannya.

Dalam semua keadaan, pasti ada yang membiayai aset-aset itu. Jika yang mendanai pemilik maka disebut modal. Jika sumber dananya dari pihak ketiga namanya utang.

Berbeda dengan pemahaman awam, akuntansi tidak mensyaratkan kepemilikan. Aset, menurut akuntansi, adalah sumber daya ekonomi yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas di masa datang.

Walaupun kepemilikan sebuah aset masih di tangan lessor, jika sebuah perusahaan mempunyai hak untuk menggunakan aset itu selama masa ekonomisnya, perusahaan tersebut harus mengakui aset itu sebagai sumber daya ekonominya. Tentunya bersama dengan utang jangka panjang yang ditimbulkan.

Untuk pelaporan nilai buku aset tetap di neraca, ada biaya penyusutan. Sesuai prinsip akuntansi matching cost against revenue, kita perlu mengalokasikan biaya aktiva tetap yang besar dalam beberapa periode manfaatnya. Manajemen akan menentukan nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan.

Nilai buku aset yang dilaporkan di neraca tergantung pada asumsi di atas. Apakah sebuah aset, misal pesawat terbang, berumur 8 atau 12 tahun, dengan nilai sisa 10% atau 25%, dengan metode penyusutan garis lurus atau saldo menurun ganda, semua ditetapkan manajemen.

Aset lancar pun tidak semuanya bebas dari estimasi manajemen. Harga pokok persediaan dapat dilaporkan berdasarkan FIFO (first in, first out), rata-rata atau LIFO (last in, first out). Penghitungan besar penyisihan piutang dagang juga diskresi manajemen. Akibat penentuan biaya-biaya ada di tangan manajemen.Banyak angka dalam laporan laba-rugi adalah juga estimasi dan asumsi, bukan angka yang tepat atau pasti.

Tidak seperti neraca, laporan laba-rugi disusun ke bawah dengan metode multiple step, sehingga kita mempunyai banyak istilah biaya dan laba. Laporan laba-rugi menunjukkan hasil usaha sebuah entitas selama periode tertentu.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi

Tag
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0012 || diagnostic_web = 0.1694

Close [X]
×