kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lo Kheng Hong menyulap


Rabu, 08 Mei 2019 / 10:58 WIB
Lo Kheng Hong menyulap

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Januari 2017, Lo Kheng Hong (LKH) membeli 31,7 juta saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Indah Kiat adalah produsen kertas dan pulp. Didirikan pada tahun 1981, perusahaan ini menjadi perusahaan publik pada tahun 1990.

"Karena membeli saham INKP di Januari 2017, saya melihat laporan keuangan INKP per akhir September 2016," kata LKH.

Ia melihat laba bersih INKP sebesar US$ 97 juta. Sedangkan laba bersih akhir Juni 2016 adalah US$ 45 juta.

Artinya, laba bersih selama kuartal 3 (Juli hingga September) adalah US$ 52 juta. Dengan kurs Rp 13.300 per dollar AS saat itu, laba kuartal III-2016 INKP adalah Rp 691,6 miliar (52 juta dikali 13.300).

Jumlah saham beredar INKP saat itu 5,47 miliar. Maka, selama kuartal 3 tahun 2016, laba bersih per saham atau earnings per share (EPS) INKP adalah Rp 126. Jika disetahunkan, menggunakan EPS terbaru kuartal III tersebut, EPS INKP adalah Rp 504 (dari 126 dikali 4). "Jika harga sahamnya Rp 1.000 dan EPS setahun ke depan bisa mencapai Rp 504, Price Earnings Ratio (PER) hanya 2 kali. Ini murah sekali. Salah harga banyak", LKH menjelaskan. PER adalah harga saham dibagi dengan EPS.

Pertimbangan lain yang menguatkan LKH untuk membeli saham INKP adalah Price to Book Value ratio (PBV). Di neraca INKP akhir September 2016, tertera ekuitas sebesar US$ 2.717 juta. Dengan kurs Rp 13.300 per dollar AS, nilai buku (book value) ekuitas INKP adalah Rp 36,1 triliun. Jika dibagi jumlah saham beredar sebanyak 5,47 miliar, nilai buku ekuitas per saham adalah Rp 6.606.

Harga saham INKP saat itu Rp 1.000. Maka price to book value ratio adalah 0,15 kali (dari 1.000 dibagi 6.606). "Harga saham INKP jauh di bawah nilai buku ekuitasnya. Sekali lagi, saham ini murah sekali dan salah harga banyak", kata LKH. "Ini perusahaan besar dengan pendapatan dalam 9 bulan sebesar US$ 2 miliar (sekitar Rp 26,6 triliun)," LKH menjelaskan lebih lanjut.

LKH juga mempertimbangkan aspek tata kelola dan prospek bidang usaha INKP. "Jika perusahaan bisa menghasilkan laba selama 9 bulan sebesar US$ 97 juta (sekitar Rp 1,3 triliun), itu tandanya manajemennya bagus dan tata kelolanya baik. Kalau tata kelola perusahaan buruk, biasanya labanya tidak ada karena diambil manajemen yang tidak berintegritas," tegas LKH.

"Selain itu, INKP adalah produsen pulp & paper terbesar di Indonesia. Bahkan Asia Pulp & Paper (yang memiliki saham mayoritas INKP) adalah produsen pulp & paper terbesar di dunia," LKH menambahkan.

Setelah LKH membeli saham INKP di Januari 2017, beberapa bulan kemudian laporan keuangan INKP tahun 2016 mengindikasikan bahwa laba bersih INKP selama 2016 adalah US$ 202 juta. Artinya, laba bersih INKP selama kuartal 4 tahun 2016 adalah US$ 105 juta (dari US$ 202 juta dikurangi US$ 97 juta). Sebuah peningkatan yang luar biasa!

Earnings per share selama Kuartal 4 tahun 2016 saja adalah Rp 263. Angka ini di dapat dari US$ 105 juta dikali kurs Rp 13.750, lalu dibagi jumlah saham beredar sebanyak 5,47 miliar. Jika angka EPS ini dipakai untuk mengestimasi EPS setahun ke depan, didapat Rp 1.052. Jika diasumsikan PER wajar adalah 10 kali, maka harga wajar INKP adalah sekitar Rp 10.000.

Pada harga INKP awal tahun 2017 yang hanya Rp 1.000, margin of safety (MOS) saham ini sangat besar, mencapai 90% (dari 100% dikurangi 1.000 dibagi 10.000). Semakin besar MOS semakin rendah risiko investor membeli sebuah saham kemahalan (overpriced).

Kinerja INKP sepanjang tahun 2017 memang luar biasa. EPS tahun 2017 adalah Rp 1.023. Harga saham INKP di akhir 2017 adalah Rp 5.500, sehingga PER-nya masih sekitar 5,5 kali.

Kinerja INKP di kuartal 1 tahun 2018 semakin rancak. EPS di akhir Maret 2018 adalah Rp 390, dan di akhir Juni 2018 adalah Rp 896. Di titik ini, jika disetahunkan, EPS-nya adalah Rp 1.792. Tidak heran jika saham INKP mencapai titik tertingginya di Juli 2018 pada harga Rp 20.475.

LKH mulai menjual saham INKP secara bertahap dari harga Rp 5.675 hingga Rp 20.475. Sebuah keputusan yang tepat karena saham INKP pada kuartal 3 tahun 2018 mulai turun harganya setelah mencapai titik PER hampir 10 kali. Di akhir April 2019, harga saham INKP adalah Rp 7.400.

LKH, untuk kesekian kalinya, berhasil "menyulap" saham jadi berlipat-lipat nilainya. Kali ini saham senilai Rp 31 miliar menjadi Rp 310 miliar (dengan asumsi LKH menjual di harga rata-rata Rp 10.000 per saham) dalam tempo kurang dari 18 bulan.

Kenaikan harga saham INKP tidak hanya memperkaya LKH, tetapi juga membawa berkat bagi teman-temannya yang ikut membeli saham tersebut. Ada sahabatnya yang sudah cuci darah lebih dari 10 tahun, pendeta, seseorang yang ibunya sedang dirawat di ICU, dan masih banyak lagi.♦

Lukas Setia Atmadja
Financial Expert Prasetiya Mulya Business School


Tag

TERBARU

×