kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
KOLOM /

Melihat Prospek Saham TLKM

oleh Ellen May dan Tim EMTrade - EMTrade


Selasa, 03 November 2020 / 17:44 WIB
Melihat Prospek Saham TLKM
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI


Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sejak April jalan di tempat. Bahkan, sejak Juni, saham ini cenderung mengalami penurunan harga.

Harga saham TLKM sudah terkontraksi 56,83% dari harga tertinggi di Rp 4.030 pada 13 Januari 2020. Pergerakan TLKM yang lesu ini mengundang banyak pertanyaan dari para investor ritel.

Pendapatan TLKM pada semester I  sebesar Rp 66,9 triliun, turun 3,6% secara YoY. Penurunan ini didorong oleh penurunan dari segmen SMS dan telepon sebesar 27,5% YoY. 

Di sisi lain, segmen data, internet, jasa teknologi naik 6,8% YoY pada periode yang sama. Segmen fixed broadband (IndiHome) juga melejit 19,1% YoY di semester I- 2020.

Telkomsel, sebagai produk data TLKM, mencatatkan peningkatatan bisnis digital 13,5% menjadi Rp 31,9 triliun. Rata-rata pendapatan dari pelanggan (ARPU) meningkat dari Rp 45.000 per pelanggan menjadi Rp 46.000 per pelanggan.

Penggunaan data Telkomsel meningkat 43% pada semester I menjadi 7.037 MB. Selain itu, trafik data Telkomsel juga meningkat 40% menjadi 4.156 PB.

IndiHome mengalami pertumbuhan 19% pada semester I- 2020. Jumlah pelanggan IndiHome juga bertumbuh 24,2% menjadi 7,45 juta pelanggan.

IndiHome sebagai fixed broadband sudah menjangkau 496 dari 514 kota dan kabupaten. Posisi IndiHome masih sangat kuat dalam segmennya, dibanding pesaingnya seperti XL Home yang baru menjangkau 27 kota dan kabupaten.

Telkomsel juga menjual menara ke Mitratel. Jumlahnya 6.050 menara, senilai Rp 10,3 triliun. Dana ini menjadi modal bagi TLKM untuk fokus melakukan pengembangan bisnis utamanya yaitu telekomunikasi digital.

Saham TLKM masih menarik dikoleksi. Investor bisa membeli di kisaran Rp 2.550-Rp 2.700. Ada potensi upside 27% hingga 60%.

TLKM masih kuat sebagai leader di sektor telekomunikasi. Kami percaya TLKM masih prospektif di masa depan, karena kebutuhan akan internet yang akan terus bertumbuh.

Sejak tahun 2015 pengguna aktif internet di Indonesia tumbuh dengan rerata pertumbuhan (CAGR) 19,3% per tahun. Hal ini menjadi potensi bagi TLKM untuk mendulang pendapatan lebih besar dari segmen data dan internet.

Saat ini segmen data dan internet telah berkontribusi 68% dari total pendapatan TLKM. Kontribusi tersebut masih akan terus bertambah, karena TLKM mulai meninggalkan segmen SMS dan telepon, untuk fokus di internet.




TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×