kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45830,70   -7,12   -0.85%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%
KOLOM /

Menanti pemulihan UNTR

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Senin, 01 Maret 2021 / 08:00 WIB
Menanti pemulihan UNTR

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) telah merilis laporan keuangan tahunan 2020. Emiten ini mencetak penurunan pendapatan 28,5% menjadi Rp 60,3 triliun di 2020. Tapi, pendapatan di kuartal IV-2020 masih naik 4,6% dibanding kuartal sebelumnya jadi Rp 13,8 triliun.

Sementara laba bersih turun 49,4% secara tahunan menjadi Rp 5,6 triliun. Di kuartal IV, laba bersih turun 59,3% menjadi Rp 444 miliar.

Selain thermal coal sebagai komoditas utama, sejak 2017, UNTR mulai melakukan diversifikasi ke coking coal. Penjualan coking coal di 2020 lalu meningkat 61,5% YoY.

Penjualan coking coal mencapai 1,8 juta ton, atau sekitar 20,1% dari total penjualan batubara. Sedangkan di 2019 penjualan masih 1,1 juta ton, atau sekitar 13,6% dari total penjualan batubara. Harga jual coking coal yang lebih tinggi dari harga thermal coal berpotensi meningkatkan pendapatan UNTR.

Disamping itu, UNTR juga melakukan diversifikasi ke pertambangan emas. Segmen ini menyumbang pendapatan Rp 7 triliun, atau 25,3% dari total penghasilan bersih perusahaan di 2020.

Sementara penjualan alat berat tahun lalu turun 47% YoY menjadi 1.564 unit. Pendapatan kontrak pertambangan turun 26% YoY menjadi Rp 29,2 triliun.

Penurunan tersebut akibat penurunan aktivitas seluruh sektor pengguna alat berat dan harga komoditas. Ini berdampak pada berkurangnya demand alat berat dan naiknya discount mining contract. 

Mulai pulihnya perekonomian dan naiknya harga komoditas di kuartal IV-2020 hingga awal tahun ini berpotensi menaikkan demand alat berat dan memangkas discount mining contract.

UNTR memperkirakan volume penjualan alat berat tumbuh 10% tahun ini menjadi sekitar 1.700 unit. Emiten ini juga menargetkan pemangkasan discount sebesar US$ 180 juta, yang berpotensi meningkatkan laba bersih UNTR sebesar 25% YoY.

Selain itu, naiknya APBN infrastruktur sebesar 48,2% dan program SWF yang hampir diselesaikan menjadi dorongan utama naiknya demand alat berat tahun ini.

Saat ini UNTR diperdagangkan di PBV 1,46 kali. Sementara rata-rata PBV lima tahunan ada di level 1,95 kali.

Kami melihat ada potensi pemulihan operasional UNTR tahun ini. Upaya diversifikasi portofolio bisnis ke coking coal dan emas juga akan memberi efek positif. UNTR juga konsisten membagi dividen dengan yield yang atraktif.




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×