kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45930,22   -10,90   -1.16%
  • EMAS930.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%
KOLOM /

Meneropong dan Memanfaatkan Tatanan Dunia Multipolar Baru


Sabtu, 16 Januari 2021 / 08:38 WIB
Meneropong dan Memanfaatkan Tatanan Dunia Multipolar Baru
ILUSTRASI. Dato Sri Tahir - CEO Mayapada Group. Foto Dok. Pribadi

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

Ketika pandemi, kapasitas manufaktur segmen low-tech dan low value-added seperti kertas tisu dan alat pelindung diri, termasuk yang sederhana seperti masker, terlihat lemah.

Dampak kumulatifnya, jalur pemulihan ekonomi AS diramalkan akan berbentuk seperti huruf K (K-shaped recovery). Artinya, ada dua lintasan pertumbuhan ekonomi yang semakin lama semakin menjauhi. Kelompok pertama akan bangkit dengan cepat dan menjadi semakin kaya. Kelompok kedua, yaitu kalangan menengah dan menengah bawah, akan semakin miskin.

Kombinasi K-shaped recovery, membengkaknya utang pemerintah AS, kesenjangan ekonomi penduduk, korporasi, dan wilayah, suburnya janji-janji politik populis, polarisasi kubu Demokrat – Republikan, dan pandemi yang berkelanjutan, bisa melahirkan krisis multidimensi. Tanpa langkah korektif, bisa jadi ini semua hanyalah permulaan degenerasi keadidayaan AS.

Makro-mikro RRT: solidifikasi dan kestabilan

RRT diprediksi akan mengalami V-shaped recovery. Artinya, ekonominya akan bangkit dengan cepat dan berkesinambungan.

Pada tataran korporasi, walaupun kita sering dengar korporasi high-tech raksasa RRT, pandemi menunjukkan ternyata RRT juga tetap menguasai low dan medium-tech. Industri mampu memproduksi barang mulai dari mainan kucing, masker, sampai pesawat tempur.

Di tengah pandemi, mereka malah mampu mengirim bantuan dan mengekspor barang seperti tisu, masker, kantong plastik, dan lain-lain. Selain memenuhi kebutuhan domestiknya. industri berorientasi servis digitalnya (BATHX: Baidu, Alibaba, Tencent, Huawei, Xiaomi), juga hampir sebesar FANGAM.

Kesolidan penguasaan low, medium, dan high-tech, pembangunan infrastruktur yang sangat masif, dan konsolidasi stabilitas politik semakin menopang pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Bahkan, di saat dunia mengalami penambahan proporsi penduduk miskin, pada November 2020, Presiden Xi mengumumkan kesuksesan negaranya mengentaskan penduduk di bawah garis kemiskinan.




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×