kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.913
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Mengail cuan dari saham dengan PER rendah


Senin, 11 Maret 2019 / 14:49 WIB

Mengail cuan dari saham dengan PER rendah
ILUSTRASI. ANALISIS - Parto Kawito

Salah satu kiat memilih saham berdasar metode analisis fundamental secara sederhana adalah memilih saham-saham murah dengan price earning ratio (PER) lebih kecil atau sama dengan 5 kali dan/atau price book value (PBV) lebih kecil atau sama dengan 1 kali. Pada kesempatan kali ini penulis mencoba membuat pengamatan kecil untuk mengetahui benarkah PER lebih kecil atau sama dengan 5 kali bisa menghasilkan return superior?

Karena keterbatasan tenggat waktu, penulis tidak menyertakan pemilihan berdasarkan PBV kali ini. Lagipula bila memakai kriteria PER dan PBV, kemungkinan besar saham yang didapat lebih sedikit, sehingga diversifikasinya agak kurang.

Dalam hal ini investment universe yang diselidiki adalah Indeks Kompas 100, agar mendapatkan lebih banyak pilihan saham tanpa meninggalkan faktor likuiditas dan sejauh mungkin menghindari saham gorengan. PER dihitung berdasarkan earning per share (EPS) historis empat kuartal terakhir dengan data berasal dari www.infovesta.com.

Periode pengamatan yakni sepanjang 2014 hingga akhir 2018, dibagi per tahun. Indeks Kompas 100 per tanggal 30 Desember 2013 dijadikan patokan awal untuk saham yang dipegang sepanjang 2014 dan tidak ada pergantian saham di tengah-tengah tahun walaupun isi portofolio Indeks Kompas 100 berganti.

Saham diurutkan berdasar PER terkecil hingga terbesar. Kemudian saham dengan PER negatif dibuang dan diambil saham-saham dengan PER lebih kecil atau sama dengan 5 kali. Kenaikan harga setiap saham yang memenuhi klasifikasi selama periode tahun tersebut dihitung, tanpa menghitung dividen dan biaya transaksi broker.

Bila jumlah saham terpilih lebih dari satu, maka dihitung pula return portofolio gabungan dengan pembobotan yang sama (equal weighted). Perhitungan diulang untuk tahun–tahun berikutnya, sehingga terkumpul data selama lima tahun.

Hasil pengamatan sepanjang 2014 keluar empat saham dengan PER lebih kecil atau sama dengan 5 kali, yaitu PTRO, ANTM, INKP dan SSIA. PER tiap saham berturut-turut 3,67 kali, 3,83 kali, 3,92 kali dan 4,10 kali. Return saham-saham tersebut sepanjang 2014 masing-masing -19,6%, -2,3%, -254% dan 91,1%. Jadi, hanya satu saham yang mencetak cuan, yaitu SSIA. Tapi tunggu dulu! Setelah dirata-rata dengan bobot yang sama, return portofolio keempat saham ini mencapai 11,0%.

Tahun 2015 bukan tahun yang menggembirakan bagi investor yang memakai metode ini. Hanya satu saham saja yang masuk klasifikasi, yaitu INKP dengan PER 2,74 kali. Di 2015, saham ini rugi 8,61%. Tapi, harga INKP awal 2015 di Rp 1.045. Kalau investor beli saat itu dan pegang sampai saat ini, cuan yang diperoleh besar.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0542 || diagnostic_web = 0.2529

Close [X]
×