kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%
KOLOM /

Menganalisa kepekatan cuan HMSP

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Rabu, 25 November 2020 / 06:25 WIB
Menganalisa kepekatan cuan HMSP


Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melesat sebulan terakhir. Di periode tersebut, kenaikan harga HMSP mencapai 12,14%.

Secara teknikal, tampak HMSP membentuk pola bullish reversal double bottom dengan resistance di 1.580, bertepatan dengan resistance MA 100. Pola double bottom berarti harga berpotensi menguat setelah turun selama beberapa bulan terakhir.

Volume dan harga juga makin konvergen sejak November 2020. Ini menunjukkan tanda akumulasi.

Ada beberapa resistance HMSP dalam jangka pendek, jika HMSP breakout dari 1.580. Resistance pertama di 1.710. Ini bertepatan dengan resistance yang didapat dari high pada 19-24 Agustus lalu.

Resistance kedua ada di 1.855. Ini didapat dari high pada 16-21 Juli 2020 lalu. Resistance ketiga ada di 1.955, didapat dari high pada 28 Mei 2020.

HMSP masih menarik untuk investasi jangka panjang. Alasannya, HMSP merupakan perusahaan dengan kapitalisasi terbesar kedelapan di Bursa Efek Indonesia. Pangsa pasarnya mencapai 28,2%.

Secara bisnis model, HMSP memiliki kekuatan di brand, dengan pesaing utama GGRM yang menguasai pangsa pasar 30%. Meski demikian, secara profitabilitas, HMSP memiliki margin lebih besar daripada GGRM, karena harga produk juga lebih tinggi. 

Selain itu, pemerintah kemungkinan tidak menaikkan cukai rokok di 2021, dengan pertimbangan mencegah turunnya daya beli masyarakat. Pemerintah juga diprediksi akan mencegah terjadinya PHK di industri rokok yang memiliki sumber daya manusia cukup besar.

Pemerintah juga akan mencegah timbulnya perdagangan rokok illegal. Pasalnya, hal ini bisa merugikan penerimaan negara.

Kemampuan HMSP menghasilkan laba (profitabilitas) juga cukup baik. Selain itu, likuiditas (kemampuan menyelesaikan kewajiban jangka pendek) dan solvabilitas (kemampuan menyelesaikan kewajiban jangka panjang) emiten juga oke.

HMSP juga termasuk emiten yang bisa bertahan di tengah pandemi. Produsen rokok ini masih bisa menghasilkan keuntungan meski pangsa pasar lebih kecil dari GGRM.

Fundamental HMSP juga masih cukup baik. Per September lalu, pendapatan HMSP mencapai Rp 67 triliun, dengan laba bersih Rp 6,9 triliun. Net profit margin mencapai 10% dan DER (utang dibandingkan dengan ekuitas) sebesar 0,56 kali.

Secara tahunan, laba bersih HMSP memang turun 32% karena pandemi. Tapi secara kuartalan, laba naik 29%.

Utang dibanding modal (DER) HMSP sebesar 0,56 kali, naik dari 0,43 kali. Rasio masih di bawah 1, jadi masih sehat.

Utang dibanding aset (DAR) sebesar 0,36 kali, naik dari 0,30 kali di September 2019. Rasio utang DAR HMSP baik karena berada di bawah 1.

Valuasi HMSP saat ini masih terdiskon, karena rasio valuasi masih di bawah rata-rata 5 tahun dan di bawah histori selama 5 tahun terakhir.

Rasio

24 Nov 2020

Average

2019

2018

2017

2016

2015

PER

17,62

31,93

17,39

33,14

42,26

37,6

42,14

PBV

6,41

13,37

7,65

13,74

17,78

14,51

13,64

PBV HMSP per hari ini (24/11) sebesar 6,41 kali, di bawah rata-rata 5 tahun sebesar 13,37 kali. Jadi secara valuasi HMSP masih murah dan masih terdiskon 52% dari PBV rata-rata.




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×