kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45937,22   -3,90   -0.41%
  • EMAS930.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%
KOLOM /

Menganalisa pendapatan dan laba/rugi emiten


Selasa, 16 Februari 2021 / 08:00 WIB
Menganalisa pendapatan dan laba/rugi emiten
ILUSTRASI.

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

Pendapatan UNVR di pengujung tahun tertekan. Pendapatan UNVR di kuartal IV turun 1,6% QoQ dan menghambat laju pertumbuhan pendapatan UNVR. 

Segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh hanya tumbuh tipis 0,4% YoY. Segmen ini merupakan bisnis utama UNVR. Penjualan UNVR mayoritas di domestik.

Bila dianalisis lebih lanjut, pelambatan pendapatan ini mungkin berkaitan dengan daya beli masyarakat Indonesia yang masih lemah serta inflasi yang masih berada di bawah rata-rata. 

Investor juga bisa melihat laba emiten. Laba terdiri dari laba kotor, laba operasional atau usaha, laba sebelum pajak, laba bersih dan laba komprehensif.

Laba persaham dasar

Yang penting dilihat adalah laba bersih perusahaan. Bandingkan laba secara tahunan dan kuartalan Pada contoh gambar di atas, laba UNVR turun 3,1%. 

Investor juga perlu melihat lapa per saham, yaitu pembagian antara laba bersih yang didapatkan oleh perusahaan di periode tertentu dengan jumlah saham yang beredar. EPS digunakan untuk menghitung valuasi PER. 

Laba bruto dan laba usaha bisa digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mendapatkan laba dari biaya pokok dan juga biaya operasi, yang disebut gross profit margin dan operating profit margin

Gross profit margin (GPM) bisa dihitung dengan rumus laba bruto dibagi pendapatan. Investor bisa membandingkan GPM periode saat ini dengan kuartal dan tahun sebelumnya.

Pada contoh UNVR, GPM di 2020 sebesar 52,3% dan GPM di 2019 sebesar 51,3%. Ini menunjukkan ada efisiensi di harga pokok penjualan, sehingga margin UNVR meningkat. 

Operating profit margin (OPM) bisa didapatkan dengan rumus laba usaha dibagi pendapatan. Bandingkan OPM saat ini dengan kuartal atau tahun sebelumnya.

Pada contoh UNVR, OPM di 2020 sebesar 22% dan OPM di 2019 sebesar 24%. Ini menunjukkan efisiensi UNVR dari segi operasional mulai menurun.

Bila dianalisa lebih lanjut, ada hal lain yang menarik dari laporan keuangan UNVR. Pendapatan emiten ini tumbuh, tapi laba mengalami penurunan.

Bila ingin menelusurinya, investor bisa melihat komponen pembentuk laba bruto. Penjualan meningkat 0,1% YoY dan HPP turun 1,8% YoY. Ini masih positif karena laba bruto juga masih naik 2% YoY. GPM pun naik. 

Lalu lihat komponen setelah laba bruto yang membentuk laba usaha. Beban-beban pemasaran dan penjualan meningkat 7% YoY, lalu beban umum dan adminsitrasi meningkat 13% YoY.

Beban penghasilan lain-lain mencapai Rp 20,12 miliar, turun dari tahun sebelumnya, yaitu penghasilan lain-lain Rp 3,1 miliar. Kenaikan beban operasional ini membuat laba usaha UNVR turun 6,6% YoY.

Kemudian penghasilan keuangan UNVR turun 58% YoY dan biaya keuangan naik 8% YoY. Hal ini membuat laba sebelum pajak penghasilan turun 7%.

Beban pajak penghasilan turun 18% YoY namun tetap membuat laba bersih tetap turun 3%. Ini karena beban pemasaran memiliki porsi beban terbesar di dalam struktur laba rugi, yaitu 58%. Sehingga berpengaruh signifikan terhadap penurunan laba UNVR. 

Jadi bisa disimpulkan, UNVR adalah salah satu saham yang terdampak kecil terhadap pandemi. Ini karena pendapatan tumbuh sangat tipis hanya 0,1% dan laba turun 3% sepanjang 2020.

Kinerja top line UNVR cukup baik dengan marjin kotor yang naik. Sedangkan kinerja bottom line tergerus akibat beban penjualan dan pemasaran naik 7%.

Jadi kinerja laba-rugi UNVR masih cukup baik, mengingat pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun.




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×