kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45902,74   8,79   0.98%
  • EMAS935.000 -0,53%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Mengawal Strategi dengan Manajemen Risiko

oleh Aries Heru Prasetyo - Data Scientist, Dosen Sekolah Tinggi Manajemen PPM


Rabu, 17 Februari 2021 / 10:31 WIB
Mengawal Strategi dengan Manajemen Risiko
ILUSTRASI. Aries Heru Prasetyo, Ketua Program Sarjana PPM School of Management. Foto: Dok Pribadi

Reporter: Harian Kontan | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - Memastikan strategi bisnis perusahaan berjalan sesuai rencana adalah impian setiap pimpinan. Berbagai upaya selalu diarahkan untuk membangun sebuah kepastian bahwa strategi yang dirumuskan akan mampu mencapai sasaran, baik yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan maupun dalam dokumen Rencana Kerja Anggaran Perusahaan.

Meskipun konsep ini tergolong cukup idealis, dalam praktiknya perusahaan dihadapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis.

Perubahan terjadi begitu cepat sehingga seringkali luput dari pencermatan tim manajemen. Salah satunya adalah efek pandemi Covid-19.

Akhir tahun 2019, tidak banyak pimpinan perusahaan yang berpikir bahwa pandemi yang awalnya terjadi di kota Wuhan, Tiongkok tersebut akan masuk ke bumi pertiwi. Sehingga ketika pandemi Covid-19 melanda, dunia bisnis seakan belum siap benar dalam mengantisipasi setiap perubahan yang ada. Hasilnya, penurunan dari sisi penerimaan terus terjadi.

Tak jarang bahkan beberapa bisnis terpaksa tutup dan dijual kepada pihak lain. Belajar dari pengalaman tersebut, perusahaan kiranya perlu memandang realitas ini secara lebih bijaksana.

Dinamika lingkungan seringkali menciptakan ketidakpastian yang cukup tinggi. Itulah mengapa kita membutuhkan strategi yang dirumuskan melalui pertimbangan manajemen risiko yang matang.

Risiko merupakan sebuah kejadian yang berpotensi menjauhkan perusahaan dari sasaran kinerja yang sudah ditetapkan. Risiko ini dapat diidentifikasi melalui metode retrospektif, yang dilakukan dengan becermin pada pengalaman beberapa tahun terakhir.

Hal-hal apa saja yang sudah pernah terjadi dan melemahkan kemampuan perusahaan dalam mencapai sasarannya. Selain itu juga dapat dilakukan melalui metode prospektif. Dalam metode ini, kita perlu mengidentifikasi setiap kejadian yang berpotensi menciptakan kerugian bagi perusahaan.

Menyelaraskan antara strategi dengan manajemen risiko memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun sejak tahun 2017 sebenarnya sudah terdapat metode yang dapat menjadi panduan kita.

Metode ini digagas oleh COSO, sebuah organisasi yang memberikan perhatian pada upaya membangun mekanisme manajemen risiko di perusahaan yang berorientasi profit. Dalam metode tersebut, strategi dipahami sebagai luaran dari pertimbangan risiko. Sebagai contoh, dari proses perumusan strategi, perusahaan diidentifikasi mempunyai lima alternatif strategi.




TERBARU

[X]
×