kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45742,38   -7,62   -1.02%
  • EMAS1.014.000 0,80%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%
KOLOM /

Mengukur efek rilis data PMI manufaktur dan inflasi Juni

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Rabu, 01 Juli 2020 / 17:14 WIB
Mengukur efek rilis data PMI manufaktur dan inflasi Juni
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data PMI manufaktur Indonesia periode Juni 2020 sudah dirilis. Di periode tersebut, indeks ini berada di level 39,1, naik 36% dibanding bulan sebelumnya. 

Kenaikan ini dipengaruhi oleh pelonggaran aktivitas ekonomi yang sebelumnya dibatasi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi PMI Indonesia, yaitu permintaan manufaktur, pemangkasan tenaga kerja dan naiknya bahan baku. Meski naik, indeks masih di bawah level 50.

Selain itu, fokus investor juga tertuju pada rilis data inflasi. Inflasi Indonesia di Juni 2020 mencapai 0,18% MoM atau 1,96% YoY. Inflasi Juni meningkat 0,11 poin dibanding bulan sebelumnya. 

Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 0,47%. Dus, segmen ini memberikan andil terbesar pada inflasi Juni 2020. 

Pengaruh ke IHSG

Tercatat pada penutupan perdagangan Selasa (1/7) setelah rilis data PMI manufaktur dan inflasi Indonesia, IHSG melemah 0,32% ke level 4.889. Kami proyeksikan IHSG masih bergerak mix di level 4.800-5.000. Tetap jaga kedisiplinan trading dan jangan agresif.



TERBARU

[X]
×