kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,75   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.34%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%
KOLOM /

Mengukur peluang cuan dari GGRM

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Jumat, 25 September 2020 / 17:20 WIB
Mengukur peluang cuan dari GGRM
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. GGRM memutuskan tidak membagi dividen tahun buku 2019 kepada investor pada tahun ini. Padahal di 2019 lalu, GGRM membukukan laba bersih sebesar Rp 10 triliun rupiah.

Laba bersih tersebut naik 39,6% dibanding realisasi di 2018. Dividen tidak dibagikan untuk memperkuat modal GGRM.

Pendapatan GGRM semester I-2020  mencapai Rp 53 triliun, naik 1,7% dibandingkan semester I-2019. Laba semester I-2020 sebesar Rp 4,3 triliun, turun 10,7% dibandingkan semester I-2019.

Volume penjualan turun 8,8% dibandingkan semester I-2019 menjadi 42,5 miliar batang. Beban pokok penjualan menjadi Rp 45 triliun, atau naik 4,7% YoY akibat kenaikan cukai rokok.

Dalam struktur biaya rokok, cukai memiliki porsi 80%, lebih tinggi dari biaya biaya bahan baku dan biaya lainnya. Jadi kenaikan harga rokok sangat berpengaruh terhadap biaya produksi rokok.

Penjualan GGRM didominasi oleh produk sigaret kretek mesin full flavour (SKM-FF). Penjualannya sebesar 35,8 miliar batang, atau 84% dari volume penjulan rokok GGRM.

SKM-FF pada semester I lalu memiliki porsi besar dalam total pangsa pasar rokok nasional, yaitu sebesar 49,5% atau 54,6 miliar batang. Ada kecenderungan saat ini perokok mulai mengganti rokok mereka dengan produk SKM-FF yang memiliki harga murah.

Kami mereferensikan GGRM untuk investasi jangka panjang. Secara valuasi, menilik price to book value (PBV), GGRM saat ini bisa dikatakan murah. Saat ini GGRM sedang  berada di support dan menjadi kesempatan untuk cicil beli investasi.

Beli GGRM di area support Rp 40.000-Rp 40500. Nilai pembelian sekitar 25% dari modal investasi.  Investor yang baru saja membeli di area tersebut tidak perlu membeli lagi.

Tetap perhatikan money management ketika membeli saham. Ingat, proporsi 80% untuk investasi dan 20% untuk trading, dari total modal untuk saham.




TERBARU

[X]
×