kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,15   -5,22   -0.70%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.43%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%
KOLOM /

Mengukur pengaruh peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke pasar saham

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Selasa, 08 September 2020 / 17:38 WIB
Mengukur pengaruh peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke pasar saham
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada periode Agustus sebesar 86,9, meningkat dari periode Juli sebesar 86,2. Tapi, dengan angka tersebut, IKK Indonesia masih belum keluar dari zona pesimis (<100).

Kenaikan IKK pada periode Agustus didorong oleh membaiknya tingkat keyakinan terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang konsumsi pada saat ini. Tapi karena IKK Agutus masih di bawah 100, berarti konsumen masih pesimistis melihat prospek ekonomi Indonesia.

IKK adalah adalah alat ukur keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi suatu negara. Angka 100 adalah batas optimisme persepsi konsumen terhadap perekonomian suatu negara. Indeks Keyakinan Konsumen dibentuk oleh dua komponen utama, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Komponen pertama, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE), adalah indeks yang mengukur persepsi konsumen terhadap ekonomi Indonesia saat ini. Di Agustus, IKE Indonesia sebesar 55,6, naik dari Juli sebesar 50,7.

Meningkatnya IKE didorong oleh kenaikan keyakinan terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.

Dari sisi penghasilan, angka di Agustus sebesar 59,8, naik dari periode Juli sebesar 53,1. Untuk ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 35,2, naik dari bulan juli sebesar 30,4. Pembelian barang tahan lama pada bulan Agustus sebesar 71,8, naik dari bulan Juli 68,5.

Komponen kedua, yaitu Indeks Ekspektasi Konsumen, adalah indeks yang mengukur persepsi masyarakat akan ekonomi Indonesia untuk enam bulan ke depan. Indeks Ekspektasi Konsumen pada periode Agustus sebesar 118,2, turun dibanding bulan Juli 121,7.

Setelah recovery pada bulan Mei, IEK terus mengalami penurunan. Ini berarti persepsi konsumen untuk ekonomi Indonesia menurun untuk enam bulan ke depan.

Hal ini tercermin dari penurunan dari komponen penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha. Komponen penghasilan mengalami penurunan dari 125,4 pada bulan Juli menjadi 124,7.

Ketersediaan lapangan kerja sebesar 114,4 menurun dari 114,5. Kegiatan usaha turun dari 125,3 menjadi 115,5 pada bulan Agustus.

Pengaruh ke IHSG

IHSG hari ini ditutup menguat tipis 0,27% ke 5.244,07. Enam dari 10 indeks sektoral menopang IHSG.

Sektor konstruksi mencetak penguatan paling tinggi, 1,89%. Sementara, sektor infrastruktur turun paling dalam, 1,08%.

Untuk trading saat ini tetap memperhatikan money management, mengingat IHSG secara teknikal masih tertahan di MA 20. Ada potensi IHSG bergerak sideways dalam jangka pendek di range 5.150–5.260.

Jika ingin trading, maksimal beli 10 saham dengan nilai maksimal per saham 10% dari total modal untuk trading saham.



TERBARU

[X]
×