kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menyambut bearish dengan gembira


Senin, 20 Mei 2019 / 14:12 WIB
Menyambut bearish dengan gembira

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Hari-hari ini, rasanya sulit mencari semangat di pasar modal. Kondisi politik terus memanas, data-data ekonomi yang jelek terus memberi sentimen negatif, tambah lagi kondisi bursa regional dan global yang tidak menentu sebagai akibat memanasnya perang dagang.

Di pasar modal, bullish market dan bearish market datang silih berganti. Bearish market di pasar modal tidak bisa dihindari. Pertanyaannya adalah bagaimana kita siap menghadapi sebuah bearish market? Berikut beberapa tips menghadapi atau mengarungi bearish market dengan lebih bahagia.

Pertama, paham 'cara bermain'. Di pasar modal, 'strategi memperoleh keuntungan yang bisa dilakukan pemilik dana hanya dua: investasi atau trading. Ketika berinvestasi, seorang pemodal melakukan komitmen investasi jangka panjang, melakukan analisis fundamental, mencari keuntungan dari apresiasi harga jangka panjang.

Dalam trading saham, seorang pemodal melakukan jual beli secara aktif, berharap keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, tahu cara untuk memprediksi harga jangka pendek. Seorang trader saham harus tahu apa itu analisis teknikal.

Kedua 'cara bermain' ini, tidak bisa dicampuradukkan. Pencampuradukan investasi dan trading yang biasa dilakukan pemodal di antaranya adalah mengaku melakukan investasi, tapi menggunakan fasilitas margin. Atau mengaku melakukan trading, tapi tanpa stoploss. Ini membuat investasi atau trading yang dilakukan menjadi gatot (gagal total).

Kedua, tahu apa yang dilakukan. Seorang investor, wajib melakukan investasi berdasarkan analisis fundamental. Value investor membeli value atau nilai dari perusahaan. Kalau yang dibeli perusahaan dengan value bagus, ya sudah, santai saja. Harga bergerak naik atau turun, semua tidak masalah.

Masalahnya, harga saham sudah bergerak naik dari price to earning ratio (PER) 5 kali 20 atau bahkan 50 kali, investor masih melakukan posisi beli. Cicilan tetap dilakukan.

Contoh yang terjadi pada INKP, TKIM atau CPIN. Sekitar tiga-enam bulan lalu, saham-saham ini masih diperdagangkan di PER 20 kali30 kali. Kemarin, saham-saham ini sudah menghuni deretan 10 saham dengan PER Terendah yang biasa dipublikasikan www.kontan.co.id. Harusnya, kalau biasanya saham cuma diperdagangkan di PER 5 hingga PER 25 kali, begitu PER sudah di atas 25 kali, investor berhenti beli.

Di sisi lain, bagi seorang trader, aturan yang harus dilakukan sebenarnya sangat sederhana: beli ketika mau naik, dan jual ketika mau turun. Beli ketika tren harga saham sudah mengalami perubahan, dari tren turun menjadi tren naik. Di situ entry strategy dari seorang trader. Ketika tren turun berubah naik, trader beli.

Untuk exit strategy, jual ketika harga mau turun, ketika tren naik berubah menjadi tren turun. Di situ posisi jual dilakukan.

Tip ketiga, dan merupakan yang terakhir, adalah 'belajar'. Kita harus sadar, bahwa semua itu, semua posisi trading, semua posisi investasi, semua posisi beli dan jual, adalah pembelajaran kita untuk bisa memperoleh ilmu yang paripurna di pasar modal.

Mencapai tujuan akhir, yaitu memperoleh keuntungan yang optimal dan konsisten. Setiap transaksi, ujungnya hanya dua: untung atau rugi.

Setiap keuntungan adalah pelajaran, demikian juga setiap kerugian, pasti juga ada pelajarannya juga. Setiap pemodal harus terus berusaha untuk memperoleh hikmah, terus memperoleh pelajaran, sehingga trading atau investasinya berlangsung sebagai sumber kebahagiaan, bukan merupakan sumber stres.

Bagi seorang investor, bearish market adalah kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga saham berada dalam posisi yang lebih murah. Bagi seorang trader, bearish market adalah saat untuk menunggu, menunggu waktu untuk kembali melakukan posisi beli, setelah berhasil melakukan posisi jual ketika tren harga naik sudah berubah menjadi tren turun.

Kedua hal itu, adalah kebahagiaan, bagi seorang pemodal, baik itu bagi seorang investor atau seorang trader. Anda belum bahagia? Berarti Anda punya masalah, baik dalam strategi investasi atau dalam Strategi trading yang Anda miliki.

Bearish Market itu memang ada agar seorang pemodal mau belajar. Itu adalah apa yang ingin saya sampaikan dalam tulisan saya kali ini.

Biasanya, sudah beberapa tahun terakhir, awal puasa itu identik dengan rebound teknikal. Pemodal asing biasanya memang melakukan tekanan jual hingga minggu terakhir menjelang Ramadan, lalu harga kemudian mengalami rebound teknikal pada satu-dua minggu awal Ramadan.

Setelah itu, libur lebaran yang terlalu panjang, sering membuat pelaku pasar 'mengambil posisi aman', profit taking, mengamankan posisi. Nanti setelah lebaran, harga kembali bergerak naik, karena pelaku pasar pelakukan aksi beli kembali, atas posisi yang dilepas sebelum lebaran.

Itu adalah ritual yang sudah kita alami, dalam beberapa lebaran terakhir. Satu-satunya anomali atau kejadian di luar kebiasaan, adalah ketika market crash di tahun 2008 lalu.

Saat itu libur lebaran berlangsung horor, karena harga saham-saham sudah berjatuhan di hari-hari terakhir menjelang libur lebaran. Kejatuhan semakin dalam terjadi pasca libur lebaran.

Untuk bearish market kali ini, mari kita semuanya berdoa, agar semua carut marut Pilpres ini, bisa selesai sebelum libur lebaran. Semoga memang begitu, agar libur lebaran kita nanti, bisa berlangsung menyenangkan dan membahagiakan

Happy trading, semoga hasilnya barokah! ♦

Satrio Utomo
Pengamat Pasar Modal


Tag


TERBARU
Terpopuler

×