kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
KOLOM /

Peluang investasi di saham ASII

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Senin, 19 Oktober 2020 / 18:15 WIB
Peluang investasi di saham ASII
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 


Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini peluang berinvestasi di saham PT Astra International Tbk (ASII) terbuka lebar. Valuasi saham ini sedang terdiskon dan berpotensi menguat seiring pemulihan harga.

ASII saat ini diperdagangkan dengan valuasi yang murah. Price to book value (PBV) sebesar 1,3 kali dan berada di -2,0 standar deviasi pada PBV Band.

Penjualan mobil ASII di September juga naik, mencapai 25.799 unit. Realisasi ini naik 53,8% dibanding bulan sebelumnya. Selain itu, penjualan alat berat Komatsu juga naik 23,5% secara bulanan menjadi 105 unit.

Penjualan mobil ASII (wholesales) pada September sebesar 25.799 unit, naik 53,8% secara bulanan. Peningkatan penjualan mobil ini meningkatkan pangsa pasar ASII menjadi 53,1% di September, dibanding 45% di bulan Agustus.

Sedangkan penjualan mobil sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini sebesar 192.217 unit. ASII juga meluncurkan variasi baru dari Innova dan Fortuner, yang diharapkan memperkuat penjualan sampai akhir tahun nanti.

Di sisi lain, La Nina yang diprediksi akan berlangsung hingga April berpotensi membuat harga CPO naik. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), anak usaha ASII.

Adanya ancaman La Nina berpotensi menurunkan produksi sawit. Padahal saat ini permintaan impor berpotensi naik, seperti dari China dan India yang bakal merayakan Diwali di November.

Hal tersebut berpotensi menaikkan harga CPO. La Nina sendiri diprediksi akan berlangsung hingga April 2021.

Omnibus law juga akan memberikan efek positif bagi industri otomotif, terutama dari sisi biaya operasional dan juga konsumsi yang diperkirakan akan meningkat.

Disahkannya UU Cipta kerja memberikan efek positif bagi industri otomotif. Dampak positif pertama adalah pengurangan biaya pesangon mengingat jumlah tenaga kerja di sektor ini yang banyak terutama bagian manufaktur.

Peningkatan foreign direct investment (FDI) akan berdampak positif karena berpotensi meningkatkan lapangan kerja, seiring investasi yang meningkat. Lapangan kerja yang terbuka diperkirakan mampu mendorong konsumsi mobil.

Perkembangan vaksin yang positif juga menjadi katalisator dalam pemulihan ekonomi setelah pandemi. Kami meyakini vaksin menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi.

Harapannya dengan peredaran vaksin, tingkat kasus positif dan kematian akibat Covid-19 akan menurun. Dengan demikian, aktivitas ekonomi akan kembali menuju normal seperti sebelum pandemi.

Ekonomi diperkirakan mulai tumbuh pada 2021 mendatang. Ini juga akan berdampak positif bagi industri otomotif, karena daya beli mulai pulih.

Di semester satu lalu, laba ASII mencapai Rp 13,1 triliun, naik 6,8% YoY. Laba bersih terdorong keuntungan dari penjualan investasi PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang mencapai Rp 5,8 triliun.

Pendapatan ASII di periode tersebut sebesar Rp 89,8 triliun, turun 22,7% yoy. Penjualan dari segmen otomotif sebesar Rp 33,42 triliun, berkontribusi 37,2% dari total pendapatan.

Porsi penjualan otomotif berkurang dari semester satu 2019, yang sebesar 43,4%. Penurunan ini akibat penjualan yang turun 33,7%. Di sisi lain, pendapatan dari segmen agribisnis naik 6,5% yoy menjadi Rp 9 triliun.

Rekomendasi

ASII menarik untuk dijadikan saham investasi dengan rentang waktu satu tahun. ASII bisa dipilih untuk portofolio investasi, bukan trading.

Level beli di kisaran Rp 4.500-Rp 5.200, dengan potensi upside sekitar 20% dari harga saat ini. Target harga adai di Rp 6.000 untuk rentang waktu hingga Juni 2021 dan upside sekitar 45% dengan target harga Rp 7.000 untuk rentang waktu hingga Desember 2021.





[X]
×