kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,54   -7,05   -0.89%
  • EMAS940.000 0,64%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%
KOLOM /

Peluang saham ritel setelah mal kembali buka

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Jumat, 05 Juni 2020 / 17:05 WIB
Peluang saham ritel setelah mal kembali buka
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mengizinkan mal, restoran, dan toko kembali beroperasi. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan perkantoran, toko dan retoran di luar mal sudah bisa beroperasi mulai 8 Juni. 

Sementara peritel non-pangan di mal, baru bisa beroperasi pada 15 Juni mendatang. Termasuk mal juga baru bisa beroperasi mulai 15 Juni.

Kebijakan ini tentu diapresiasi positif oleh dunia usaha. Namun, perusahaan juga perlu beradaptasi terhadap permintaan konsumen, daya beli dan kesiapan rantai pasokan, yang ditimbulkan akibat Covid-19.

Upaya untuk menjaga daya beli masyarakat oleh pemerintah, juga menjadi penting. Ini guna menjamin produksi hasil aktivitas ekonomi yang perlahan dibuka tetap dapat diserap.

MAPI diuntungkan

Emiten F&B dan ritel yang memiliki banyak gerai di mal tentu akan terdampak positif dari kebijakan ini. Salah satunya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). 

Perusahaan ini memiliki diversifikasi bisnis yang baik sehingga diperkirakan mampu menjaga stabilitas dan sustainabilitas perusahaannya. Lini bisnis emiten ini cukup lengkap, mulai dari lifestyle hingga F&B. Ini menjadi kelebihan perusahaan.

Kami percaya, dengan target pasar menengah atas, kinerja MAPI dimungkinkan pulih lebih cepat. Akan ada pemulihan secara bertahap mendekati akhir tahun. 

Ini sejalan dengan perilaku konsumen yang secara musiman cenderung membeli barang-barang perusahaan ritel ini ketika akhir kuartal.

Adanya PSBB, membuat toko fisik MAPI kini beroperasi pada kapasitas 45%. Inisiatif efisiensi biaya dari perusahaan ini dapat membatasi margin. 

Sehingga, EPS 2020 dan 2021 diproyeksikan berkisar 9%-15%. Kas bersih 2020 diproyeksikan sebesar Rp 2,1 triliun dan utang Rp 1,95 triliun, masih cukup aman untuk operasi. 

PER dan PBV 2020 diproyeksikan pada 12,4 kali dan 1,6 kali.

Di sesi perdagangan pertama hari ini, saham MAPI berhasil menguat 5,88% jadi Rp 810, breakout dari MA 100. Kami mereferensikan beli MAPI.

Rentang harga beli di Rp 790-Rp 810 sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari Rp 755 untuk pembatasan risiko dengan perkiraan profit taking Rp 890-Rp 900. 

Ingin tahu di mana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya di aplikasi EMTrade!

Salam profit.

Disclaimer:
 
Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi / bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli / jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.



TERBARU
Terpopuler

[X]
×