kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Peter Lynch: Beli apa yang Anda pahami


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 14:05 WIB
Peter Lynch: Beli apa yang Anda pahami

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Jika Anda merasa bahwa memilih saham itu sulit, belajarlah kepada Peter Lynch. Ia adalah seorangĀ fund managerĀ atau pengelola dana investor terhebat.

Peter lynch mengawali karier sebagai pegawai magang di Fidelity Investments pada 1966. Pada 1977 lynch dipercaya sebagai fund manager yang mengelola reksadana Magellan Fund senilai US$ 18 juta.

Saat lynch pensiun pada 1990, nilai aset Magellan Fund telah menjadi US$ 14 miliar, tersebar di lebih dari 1.000 macam saham.

Baca Juga: Bagaimana Warren Buffett mempertahankan kekayaannya?

Selama kurun waktu tersebut, Magellan fund memberikan rata-rata imbal hasil 29,2% per tahun. Imbal hasil ini jauh di atas rata-rata imbal hasil portofolio pasar, bila diukur dengan indeks saham S&P 500, yang hanya 11% per tahun.

Selama 13 tahun tersebut, lynch berhasil mengalahkan pasar (beat the market) di 11 tahun antaranya. Artinya imbal hasil reksadana yang ia kelola melebihi imbal hasil pasar (S&P 500).

Tak heran, ketika ia memutuskan pensiun sebagai fund manager pada usia 44 tahun, banyak investor yang merasa kehilangan. Siapa lagi yang dapat memberikan imbal hasil 29,2% per tahun kecuali Peter Lynch?

Peter lynch hanya mau berinvestasi pada saham yang dia mengerti. Menurutnya, tempat terbaik untuk mencari saham bagus adalah di sekitar tempat tinggalnya, misalnya mal.

Seseorang sering menemukan saham bagus di mal, sebelum analis di Wall Street menemukan saham tersebut.

Baca Juga: Warren Buffett tambah kepemilikan saham Amazon sebanyak 11% "Saya menemukan beberapa dari saham terbaik saya saat makan atau berbelanja," kata Lynch.

"Anda tidak harus menjadi pemrogram untuk tahu Microsoft ada ke manapun Anda melihat. Semua komputer baru dilengkapi sistem operasi Microsoft."

Di buku One Up on Wall Street, Peter Lynch membuka rahasia sukses membeli saham Hanes, perusahaan apparel, di tahun 1970-an. Saat itu Hanes mencoba menjual stoking wanita dengan merek Leggs di tempat yang tak lazim, yaitu supermarket.



TERBARU

×