kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Problem solving vs design thinkings

oleh Ekuslie Goestiandi - Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Senin, 10 Desember 2018 / 15:59 WIB

Problem solving vs design thinkings
ILUSTRASI. Pengamat & Kolomnis Ekuslie

KONTAN.CO.ID -  Mungkin banyak di antara kita yang bertanya gusar, mengapa agenda dan proyek inovasi yang selama ini dijalankan tak menunjukkan hasil yang memuaskan?

Ide-ide kreatif yang dilahirkan tampak biasa-biasa saja, tak “cetar membahana” seperti gagasan para pemikir yang brilian.

Kalaupun idenya cemerlang, eksekusinya seringkali terbata-bata dan gampang kehabisan bensin di tengah jalan. Akibatnya, banyak yang frustrasi karena praktik inovasi mereka tak mendatangkan hasil mengkilap seperti perusahaan-perusahaan start up unicorn semisal Gojek, Tokopedia ataupun Traveloka.

Tanpa disadari, banyak bias pribadi yang membuat kita tak bisa berpikir  maksimal untuk melahirkan ide-ide inovatif, yang seringkali bersifat imajinatif; yang tampak seperti mengawang-awang. Selain itu, saat ini belum mewujud nyata, yang samasekali baru dan tak terhubung dengan kondisi lama.

Manusia mempunyai kebiasaan untuk terpaut dengan realitas masa kini, dan tak nyaman untuk memikirkan imajinasi di masa depan. Pada zaman old, kita berpikiran bahwa pembelilah yang harus menyambangi penjual di toko, sebelum akhirnya ada orang yang membayangkan fasilitas delivery service.

Sama halnya, dulu orang berpikir bahwa transaksi dagang hanya bisa dilakukan di ruang toko secara fisik, sebelum akhirnya ada yang memiliki imajinasi dan menawarkan konsep online market place.

Tak heran, genius sekelas Albert Einstein jauh lebih menghargai imajinasi daripada pengetahuan. Karena ia pun tahu bahwa, “We can’t solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them”.

Untuk keluar dari persoalan lama, kita betul-betul harus menggunakan pola pikir yang baru.

Banyak organisasi, khususnya organisasi besar, yang terampil dalam “pemecahan masalah” (problem solving) untuk menangani urusan operasional kesehariannya.

Kecakapan problem solving tersebut menghasilkan operasi perusahaan yang lebih efisien. Waktu produksi menjadi lebih ringkas, biaya kerja menjadi lebih murah, dan mutu produk juga lebih baik. Teman-teman pegiat manajemen menyebutnya sebagai praktik operational excellence.


Reporter: Tabloid Kontan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0780 || diagnostic_web = 0.3250

Close [X]
×