kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%
KOLOM /

Prospek Garuda Food di momen Ramadan

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Rabu, 22 April 2020 / 15:47 WIB
Prospek Garuda Food di momen Ramadan
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) adalah perusahaan makanan dan minuman ringan yang terkenal dengan salah satu produknya, Kacang Garuda. Emiten ini masih punya kemampuan menjaga kinerja positif di tengah pandemi corona.

Maklum, di tengah wabah Covid-19 di Indonesia, konsumen cenderung meningkatkan belanja barang konsumsi makanan dasar dan produk kesehatan. 

Secara teknikal, tren saham GOOD cenderung turun. Emiten ini IPO pada 12 Oktober 2018 di harga Rp 2.970. Pada penutupan perdagangan Rabu, harga saham ini menguat 3,33% jadi 1.240 per saham. Artinya, dihitung dari harga IPO, saham ini sudah terdiskon 58%. 

Kami menilai saham GOOD masih layak dimasukkan dalam watchlist Anda. Mengingat saham ini berhasil break out namun tidak diiringi dengan kenaikan volume yang signifikan. 

Kinerja di tengah pandemi 

Di tengah kondisi pandemi corona, GOOD berusaha menghindari over-inventory dengan fokus pada kemampuan produksi dan penjualan produk-produk fast moving (cepat laku dipasaran). Produksi perusahaan antara lain Gery, Garuda, Chocolatos, Leo dan Clevo, menjadi teman di kala work from home (WFH).

Kami menilai laporan keuangan tahunan GOOD 2019 masih bisa tumbuh positif. Pendapatan perusahaan ditopang oleh pemasaran dan distribusi perusahaan yang tersebar di minimarket dan warung kelontong seluruh Indoenesia. Penjualan juga ditopang oleh tingginya permintaan snack  pada momentum Natal dan tahun baru. 

Fluktuasi beberapa harga bahan baku bisa mempengaruhi kinerja perseroan di 2019. Bahan baku yang mengalami kenaikan di antaranya tepung terigu, tapioka, serta produk susu dan turunannya. 

Dari sisi penjualan, emiten ini terpengaruh hambatan non tarif di beberapa negara pasar ekspor seperti di Asean, China dan India.

Beban bunga GOOD juga berpeluang naik karena utang jangka panjang di 2019 bisa meningkat 179% menjadi Rp 1,1 triliun, didominasi oleh utang bank. Dalam keterbukaan informasi, manajemen GOOD menyampaikan utang jangka panjang naik karena pendanaan untuk memenuhi pembiayaan belanja barang modal (capital expenditure).

Alhasil, beban bunga juga bisa naik. Tapi kami melihat cash perusahaan ini masih tergolong aman untuk membayar beban bunga.  

EPS GOOD terlihat cukup stabil di 2017-2019 dan saat ini berada di Rp 53,64. ROA dan ROE juga masih cukup stabil meskipun kenaikan harga bahan baku cukup memberikan tekanan. 

Saat ini PER saham GOOD diperdagangkan pada 23,02 kali. Tercatat di 2019 dividen yang dibagikan emiten ini Rp 17 per lembar saham.

Andalkan e-commerce 

GOOD menargetkan produksi dan penjualan perusahaan naik hingga 15% pada kuartal II-2020 ini. Sementara target kenaikan penjualan Ramadan sekitar 10%-15%. 

Di periode Ramadan dan lebaran umumnya GOOD fokus meningkatkan penjualan pada produk musiman biskuit atau produk dengan kemasan khusus, seperti kaleng dan toples plastik.

Penjualan pada momen Ramadan dan lebaran di tengah pandemi virus corona dilakukan dengan menggandeng e-commerce, seperti Tokopedia, Shopee, Blibli.com, Bukalapak.com dan Lazada. Perusahaan ini juga melakukan kampanye program promosi Ramadan dengan mengedukasi keunggulan produk dan campaign produk yang unik serta kreatif. 

Guna mendukung program physical distancing, perseroan membatasi frekuensi interaksi langsung, seperti kunjungan pasar dan kunjungan sales rutin, lalu menggantinya dengan pemanfaatan teknologi virtual yang telah disediakan untuk beberapa area. Selanjutnya proses pembayaran menggunakan metode pembayaran online melalui transfer antarbank.

Buyback saham

GOOD akan melakukan buyback dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 15 juta saham dengan nilai nominal maksimal sebesar Rp 15 miliar. Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor perseroan.

Buyback saham akan dilakukan secara bertahap dalam tiga bulan, terhitung 24 Maret 2020 sampai dengan 23 Juni 2020. GOOD telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai perantara pedagang efek untuk buyback ini.

Akan ada potensi penurunan aset GOOD dari semula Rp 4,94 triliun berkurang Rp 15 miliar menjadi Rp 4,93 miliar. Sementara ada potensi juga dari penurunan pendapatan bunga deposito sebesar Rp 15 miliar. 

Dengan asumsi tingkat suku bunga neto sebesar 6% per tahun maka potensi penurunan pendapatan setahun sebesar Rp 720 juta.

GOOD berkeyakinan penurunan tersebut tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan dibandingkan dengan jumlah aset dan pendapatan perseroan.

Ingin tahu di mana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya di aplikasi EMTrade!

Salam profit!



TERBARU

[X]
×