kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
KOLOM /

Prospek Indosat seiring kenaikan pendapatan

oleh Ellen May dan Tim EMTrade - EMTrade


Jumat, 06 November 2020 / 17:16 WIB
Prospek Indosat seiring kenaikan pendapatan
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI


Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pertumbuhan pendapatan di sembilan bulan pertama tahun ini. Pendapatan ISAT di periode tersebut sebesar Rp 20,6 triliun, naik 9,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari segmen seluler tercatat sebesar Rp 17 triliun, naik 12,9% dibanding tahun sebelumnya dan naik 2,1% dibanding kuartal sebelumnya. Sementara pendapatan segmen fixed data sebesar Rp 3,2 triliun, turun 2,5% yoy dan naik 9,8% qoq. Pendapatan segmen fixed voice sebesar Rp 396 miliar, turun 24% yoy dan turun 7,1% qoq.

EBITDA ISAT naik 17% yoy menjadi Rp 8,5 triliun. Belanja operasional atawa operational expenditure (opex) naik 4,4% yoy dan 5,8% qoq. Total beban ISAT pun naik 8,7% yoy dan naik 7,2% qoq.

Rugi bersih ISAT di sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp 418 miliar, lebih besar dari rugi di periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 256 miliar. Rugi bersih pada tahun ini didorong kenaikan biaya keuangan sebesar 13,3% yoy. 

Pelanggan Indosat mencapai 60,4 juta per September 2020, naik 2,8% yoy dan 5,6% qoq. Average revenue per user (ARPU) ISAT juga naik 14% yoy menjadi Rp 31.700 di sembilan bulan pertama tahun ini. Data usage mencapai 3.475.076 TB, naik 54,7% yoy dan 4,8% qoq.

ISAT mampu bertahan selama pandemi karena EBITDA yang mampu tumbuh pada sembilan bulan pertama tahun ini. Selain itu terjadi peningkatan data yang signifikan saat pandemi, sehingga mendorong pendapatan ISAT.

Saat ini ISAT diperdagangkan di PBV 0,9 kali. Ini di bawah rata-rata PBV 1,8 kali. 




TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×