kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
KOLOM /

Proyek infrastruktur marak, begini prospek WTON


Senin, 30 September 2019 / 09:35 WIB
Proyek infrastruktur marak, begini prospek WTON
ILUSTRASI. Ellen May

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Komarul Hidayat

Emiten pelat merah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) terus berupaya menambah nilai kontrak baru. Gencarnya pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur seiring pemindahan ibukota ke kalimantan dapat menjadi katalis positif bagi prospek bisnis WTON.

Bagaimana kondisi saham WTON saat ini? Masih cocokkah untuk saham investing?

Kinerja PT Wijaya Karya Beton (WTON)

Pada semester satu 2019 lalu WTON telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 2,72 triliun. Jumlah ini masih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 3,13 triliun. Perlambatan nilai kontrak baru WTON disebabkan karena beberapa tender proyek infrastruktur mundur dari jadwal semula.

Perolehan kontak baru WTON kembali tumbuh menjadi Rp 4,3 triliun per Agustus 2019. Namun, angka ini baru memenuhi 47% dari target perusahaan sebesar Rp 9,1 triliun hingga akhir tahun nanti.

Perusahaan memproyeksikan pencapaian kontrak baru WTON di tahun 2019 sekitar 90% dari target awal perusahaan.

Masih belum tercapainya target perusahaan saat ini membuat laba bersih perseroan hanya naik tipis 3,82% menjadi Rp 166,665 miliar dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 160,530 miliar.

Hal ini membuat WTON memiliki EPS sebesar Rp 38 per saham, dengan P/E sebesar 12,47x.

Proyek Masih Terus Berdatangan

Kementerian PUPR masih memiliki 15 proyek jalan tol yang akan ditargetkan selesai di periode tahun 2020—2024. Kementerian Perhubungan juga memiliki banyak pipeline proyek di periode yang sama. Mulai dari pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur, MRT Jakarta Fase II, LRT Jakarta Fase II, LRT Jabodebek Fase II, dan Jakarta Elevated Loop Line.

WTON tak hanya bergantung pada proyek infrastruktur yang berhubungan dengan transportasi. Emiten ini juga terlibat dalam proyek-proyek energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik bertenaga 35.000 MW oleh PLN. Sekedar informasi, PLN masuk 10 besar pelanggan utama WTON dengan kontribusi pendapatan sebesar 13,9% di kuartal II-2019.

Nantinya, emiten ini akan dapat mensuplai kebutuhan beton dan tiang pancang listrik untuk proyek pembangkit listrik PLN. Tidak hanya memiliki jatah proyek potensial, WTON juga masih memiliki beberapa nilai tambah jika dibandingkan dengan saham-saham konstruksi lainnya, seperti:

1.Memiliki posisi marketing yang lebih baik
2.Memiliki teknologi precast yang canggih
3.Tingkat perolehan laba yang stabil

Sebagai salah satu pemain besar di industri beton, WTON juga dipandang sebagai salah satu saham terbaik di sector konstruksi. Sehingga, kami melihat saham WTON masih cocok dipilih sebagai salah satu saham investasi Anda.




TERBARU

×