kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%
KOLOM /

PTBA dan lockdown global

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Senin, 18 Mei 2020 / 18:34 WIB
PTBA dan lockdown global
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. China sudah mulai membuka lockdown di negaranya. Sebentar lagi, India akan menyusul. Dua negera tersebut merupakan negara konsumen utama batubara. 

Asal tahu saja, konsumsi listrik India naik 20% sejak hari pertama lockdown, 25 Maret lalu. Seiring kenaikan tersebut, persediaan batubara India menunjukkan penurunan dari rekor level tertingginya. 

Tak heran, pasar berekspektasi India akan mulai kembali melakukan pembelian batubara. 

Permintaan batubara dari China juga mulai naik. Tercatat impor batubara China periode April mencapai 30,9 ton, atau naik sekitar 11,2% dari bulan lalu dan naik 22,3% secara tahunan. 

Pelonggaran lockdown di beberapa negara, termasuk China dan India, sebagai importir terbesar batubara dunia, menjadi katalis positif utama bagi harga batubara dalam beberapa perdagangan terakhir. Harga batubara pada kuartal II tahun ini berpeluang kembali ke level US $60. 

Namun jika perang dagang AS-China kembali pecah, harga batubara terancam kembali ke bawah level US $50.

Ini menjadi sentimen positif bagi industri batubara dalam negeri. Salah satu emiten yang akan merasakan dampak positifnya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA). 

Trader bisa melakukan buy on weakness PTBA dengan range harga 1.835-1.845 sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari 1.770 untuk pembatasan risiko dan perkiraan profit taking di kisaran 1.950-2.000

Kinerja PTBA 

Kinerja PTBA tertekan di kuartal I-2020. Emiten batubara ini mencatatkan penurunan laba dan pendapatan bersih sepanjang tiga bulan pertama 2019. 

BUMN tambang yang berbasis di Sumatra Selatan ini membukukan pendapatan senilai Rp 5,12 triliun di kuartal I 2020, turun 4% secara year-on-year. Sementara laba bersih PTBA merosot 20,5% menjadi Rp 903,24 miliar. 

Pendapatan turun ini dapat dilihat dari produksi yang lebih rendah 3,5% YoY. Tapi penjualan batubara, transportasi dan volume logistik masih naik 2,3% YoY.

IDR triliun 1Q20 1Q19 YoY
Pendapatan 5.122 5.337 -4%
Pendapatan kotor 1.525 1.777 -14,2%
Pendapatan operasional 1.080 1.419 -23,9%
Pendapatan bersih 903,24 1.137 -20,5%
MNtons
Penjualan 6,80 6,65 2,3%
Produksi 5,50 5,70 -3.5%

Saham PTBA telah terkoreksi cukup dalam. Bahkan harga sempat mencapai level terendah selama tiga tahun di Rp 1.485 per saham. 

Selama satu tahun ini harga saham PTBA telah merosot 52%. Ini menyusul penurunan indeks harga batubara Newcastle sebesar 29,5%. 

Melihat EPS tahun 2019 sebesar Rp 362,6 dan rasio pembayaran dividen yang diharapkan sebesar 75%, PTBA dapat membagikan dividen final hingga Rp 272 per saham. Saat ini saham PTBA diperdagangkan dengan PER 5,86 kali.

Ingin tahu di mana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya di aplikasi EMTrade.

Salam profit!

Disclaimer:

Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi / bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli / jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.



TERBARU

[X]
×