kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Rehat

oleh Ekuslie Goestiandi - Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Senin, 18 Februari 2019 / 15:04 WIB

Rehat
ILUSTRASI. Ekuslie Goestiandi

KONTAN.CO.ID -  Sepuluh hari menjelang akhir tahun 2018 lalu, seorang rekan  yang merupakan direktur di sebuah perusahaan besar memberikan pengakuan yang agak mengejutkan kepada saya.

Sementara beberapa koleganya sudah mulai mengambil cuti dan menjalani liburan panjang bersama keluarga, ia masih duduk terpaku di ruang kerja hingga larut malam. “Sedang ada project yang tak bisa ditinggalkan,” tuturnya lirih.

Sangat kentara terlihat, bahwa yang bersangkutan sedang tak antusias, bahkan tak berdaya menghadapi situasi yang ada. 

Tampaknya, ambisi pribadi yang luar biasa agresif dan tuntutan kompetisi binis yang dahsyat telah menuntun sang teman pada situasi yang tak pernah ia sadari dan tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Bagaimana tidak? Setiap hari, di kesunyian pagi dan saat anaknya masih tertidur, ia sudah harus mandi dan memeriksa pesan-pesan ataupun e-mail yang masuk ke telepon-cerdasnya (smartphone).

Selanjutnya, ia akan sarapan sebentar sebelum memacu mobil mewahnya ke kantor, yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya yang asri.

Acapkali, ia bahkan harus ke tempat tertentu untuk rapat sembari sarapan, yang secara keren disebut breakfast meeting.

Bertahun-tahun, ritme kerja dan kehidupan seperti ini dijalani sang teman. Pada awalnya, semua dijalani dengan begitu antusias dan penuh gairah. Hingga, pada suatu saat datang protes keras dari anak lelakinya yang berumur 16 tahun.

Beberapa waktu sebelumnya, sang anak mengamuk karena merasa kesal pada ayahnya yang selama ini (dianggap) tak menggubris keluarga dan dirinya.

Amukan itu dilampiaskannya dengan cara merusak bodi mobil bagian depan hingga penyok penuh goresan, sekaligus salah-satu lampunya juga pecah berantakan.

Pemicu tindakan brutal sang anak adalah kemarahan sang ayah terhadapnya yang asyik bermain gim di depan komputer, sementara keluarga menunggunya untuk bersantap malam di hari Minggu.

Sebagai balas dendam, sang anak pun merusak barang yang dianggap penting oleh ayahnya, sekaligus menjadi “biang kerok” atas kesibukan pekerjaan ayahnya selama ini.


Reporter: Tabloid Kontan
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0746 || diagnostic_web = 0.3676

Close [X]
×