kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%
KOLOM /

Sektor poultry di kala Ramadan

oleh Ellen May - Ellen May Research Institute


Selasa, 28 April 2020 / 18:26 WIB
Sektor poultry di kala Ramadan
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. Foto: DOK PRIBADI

Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam sempat turun ke bawah Rp 10.000 per kilogram pada pertengahan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. Banyak masyarakat menghindari konsumsi hewani dan beralih pada konsumsi makanan yang lebih sehat.

Alhasil, suplai ayam sempat membesar. Hal ini tentu mempengaruhi kinerja emiten sektor poultry. Lalu bagaimana nasib sektor poultry pada Ramadan tahun ini? 

Dukungan pemerintah

Menteri Sosial telah menyetujui komoditas ayam dimasukkan dalam paket bantuan sembako untuk 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Implementasinya melalui kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan perusahaan besar (integrator) untuk menampung atau membeli ayam broiler dari peternak mandiri. 

Tujuannya untuk mengurangi pasokan ayam ke pasar sehingga pasokan dan permintaan menjadi seimbang.

Kementan mencatat 10 perusahaan unggas tercatat telah menyerap 221.875 ekor ayam broiler siap potong (livebird). Jumlah itu tersebut baru 5,39% dari target 4,12 juta ekor. Penyerapan dilaksanakan di lima provinsi yang melaporkan adanya pasokan livebird yang melampaui permintaan.

Peluang trading

Ramadan tahun lalu diawali pada 5 Mei 2019 hingga 4 Juni 2019. Namun pergerakan harga sektor poultry baru mulai menguat tanggal 20 Mei 2019. Adapun history kenaikan harga saham sektor poultry sebagai berikut:

Emiten Kenaikan Harga Saat Puasa 2019*
CPIN +24,11%
JPFA +28,91%
MAIN +15,35%
*harga diambil dari tanggal 20 Mei 2019 - 13 Juni 2019

Mengacu pada history pergerakan harga tahun lalu, di mana sektor poultry mengalami penguatan ketika Ramadan, kami melihat ada peluang kejadian tersebut akan terulang. 

Kebijakan pemerintah memenuhi kebutuhan protein masyarakat dan menyerap ayam dari peternak mandiri akan berpotensi memberikan sentimen positif pada pergerakan harga saham. Terlebih di bulan Ramadan dan Lebaran yang biasanya konsumsi ayam meningkat.

Secara teknikal, kami melihat peluang dari saham MAIN karena telah terjadi akumulasi pada saham MAIN tercermin dari lonjakan volume pada Selasa (14/4) dan Kamis (23/4). Anda dapat mengoleksi saham MAIN dengan area beli 560-565 sebagai saham swing trading

Jual jika harga turun dari 530 untuk pembatasan risiko. Perkiraan profit taking di kisaran 600-610.



TERBARU

[X]
×