kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.874
  • LQ45928,50   -14,92   -1.58%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Kredibilitas pemimpin

Kredibilitas pemimpin
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Semua pembaca pasti sudah mahfum tentang cerita mobil Fortuner yang menabrak tiang listrik yang mengakibatkan luka pada seorang pejabat tinggi di Republik ini.

Selain segelintir orang yang bersimpati pada peristiwa tersebut, rasanya banyak yang tersenyum geli menyikapi kejadian itu.

Beberapa saat setelahnya, komentar satire dan gambar meme lelucon berseliweran di media sosial. Kata seorang teman, “Peristiwa ini telah menyatukan semua kubu yang selama ini tampak berseberangan. Semua kelompok -entah dari kubu kiri ataupun kanan; dari sumbu panjang ataupun pendek – tampak bersatu dalam tawa”.

Peristiwa ini seolah menjadi paradoks. Bagaimana tidak? Kejadian yang semestinya mengundang simpati, solidaritas, bahkan rasa duka, justru memancing kekesalan, guyonan, bahkan juga senyum tawa.

Bukannya doa kesembuhan yang terkirim, justru karangan bunga sindiran yang terpampang. Pemimpin yang semestinya dihargai dan dihormati malah justru disindir dan dicibir.

Sebuah fenomena kehidupan yang tampak tak selaras dengan hukum alam, namun seolah menjadi pengertian bersama. Sungguh, peristiwa yang menarik untuk dibedah.

Seorang teman memunculkan satu pertanyaan sosiologis. Sebagai sesama anak bangsa, apakah kecenderungan sifat manusia Indonesia sudah berubah?

Apakah kita sudah berubah dari pribadi yang santun dan penuh simpati, menjadi orang yang kasar, sinis dan tak “punya hati”.

Apakah kita sudah berubah dari rakyat yang penuh rasa hormat dan pengabdian kepada pemimpin, menjadi khalayak yang diselimuti rasa benci dan syak-wasangka kepada petinggi negara?

Sepanjang yang saya tahu, belum ada penelusuran sosiologis yang mengonfirmasi perubahan tersebut.

Dalam banyak hal dan situasi, sebagai orang “timur”, masih banyak manusia Indonesia yang bertutur santun, bersikap empatik dan solider terhadap sesamanya.

Di banyak daerah dan organisasi, juga masih banyak warga yang penuh percaya dan penghormatan kepada pemimpinnya.