kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.573
  • LQ45903,09   -20,14   -2.18%
  • EMAS594.906 -0,17%

Bekerja dalam diam

Bekerja dalam diam
Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, baru saja selesai direnovasi, sebagai bagian dari persiapan menjelang perhelatan akbar Asian Games, 18 Agustus sampai 2 September 2018.

Menelan biaya yang cukup besar, stadion tersebut akhirnya berubah wujud menjadi stadion yang dibanggakan oleh semua pihak, baik pemerintah, juga khalayak banyak. Megah, gagah, dan juga mewah. Bahkan diklaim sebagai stadion dengan pencahayaan paling terang di Asia.

Namun, beberapa lama kemudian, usai penyelenggaraan final pertandingan sepak bola Piala Presiden, 17 Februari 2017, ada bagian stadion yang dirusak oleh sekelompok masa yang tak bisa masuk stadion menyaksikan pertandingan.

Stadion yang sudah dibangun (ulang) dengan baik, dengan mudah dirusak begitu saja oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab.

Kejadian itu mengingatkan saya pada pepatah tua, “membangun itu sulit, namun... merawat (apa yang sudah dibangun) jauh lebih sulit lagi”.

Pepatah itu tak hanya berlaku dalam konteks perorangan, namun juga terjadi di aras organisasi. Banyak organisasi yang begitu heboh saat dibentuk, namun dengan berjalannya waktu, tak banyak di antaranya yang bisa bertahan, apalagi bertumbuh baik.

Sama halnya, di dalam sebuah organisasi, kita sering melihat begitu banyak inisiatif/project yang diluncurkan, namun seiring dengan berlalunya waktu, tak banyak yang betul-betul dieksekusi secara tuntas.

Biasanya, kita ramai dan sibuk mempersiapkan acara kick-off (peresmian awal) sebuah inisiatif, namun acapkali kita juga yang diam-diam membiarkan agenda project tersebut mangkrak alias berhenti begitu saja tanpa jejak.

Kita pasti mahfum dengan dinamika perjalanan suatu inisiatif, project atau bahkan juga organisasi, yang seringkali bergerak seturut huruf “S”.

Disebut pula dengan istilah “kurva S” atawa S-curve. Mengikuti gerak huruf S, sebuah agenda selalu dimulai dengan antusiasme yang besar.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan, bila kick-off inisiatif selalu dipersiapkan semarak, meriah dan penuh semangat.

Seringkali kick-off diisi dengan seremoni pembukaan, gunting pita ataupun pidato pengantar yang penuh semangat.

Untuk mudahnya, ingat saja kembali upacara peresmian stadion GBK yang dilakukan meriah dan disaksikan ribuan orang di bangku stadion dan jutaan mata di layar kaca.